Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
Rp4.000.000 – Rp5.700.000Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000
Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dokter dalam mencegah serta mengendalikan infeksi di fasilitas kesehatan. Ikuti pelatihan ini agar dapat berkontribusi aktif dalam menurunkan angka infeksi, menjaga mutu pelayanan, serta menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih aman dan berkualitas bagi pasien dan tenaga medis.
LEGALITAS KAMI
DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111
NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@peindo.com
0851-7207-9181
Daftar Isi
TogglePelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD. Penyebaran infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien, tetapi juga membebani sistem kesehatan secara finansial dan operasional. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) merupakan komponen krusial dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Tanpa strategi PPI yang efektif, risiko penularan penyakit menular, baik dari pasien ke pasien, pasien ke tenaga kesehatan, maupun sebaliknya, akan terus meningkat.
Melihat urgensi tersebut, peran dokter pencegah dan pengendali infeksi (IPCD) menjadi sangat vital. IPCD adalah garda terdepan dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program PPI di institusi kesehatan. Keberadaan IPCD yang kompeten dan terlatih merupakan jaminan bagi terwujudnya lingkungan rumah sakit yang aman dan steril. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua prosedur, protokol, dan pedoman yang berkaitan dengan PPI diterapkan secara konsisten dan efektif oleh seluruh staf medis dan non-medis.
Dalam rangka memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di bidang PPI, Pusat Edukasi Indonesia secara aktif menyelenggarakan berbagai program pelatihan, salah satunya adalah Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD). Program ini dirancang khusus untuk membekali para dokter dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir yang diperlukan dalam menghadapi tantangan infeksi nosokomial. Pelatihan ini bukan sekadar transfer informasi, melainkan pembentukan profesional yang mampu menjadi pemimpin dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi.
Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga medis yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip PPI dalam praktik sehari-hari. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia dapat terus ditingkatkan, dan risiko penyebaran infeksi dapat diminimalkan secara signifikan. Investasi dalam pelatihan ini adalah investasi untuk masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Definisi Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) adalah suatu program edukasi komprehensif yang dirancang khusus untuk membekali para dokter dengan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan peran sebagai Infection Prevention and Control Doctor (IPCD). Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga menekankan implementasi praktis dari strategi pencegahan dan pengendalian infeksi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah mencetak para profesional yang mampu menjadi pemimpin di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi.
Secara lebih spesifik, Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi ini mencakup serangkaian modul pembelajaran yang sistematis, mulai dari epidemiologi infeksi terkait pelayanan kesehatan, mikrobiologi klinis, hingga praktik-praktik terbaik dalam sterilisasi, desinfeksi, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Kurikulumnya dirancang untuk memastikan peserta memiliki pemahaman mendalam tentang rantai penularan infeksi dan bagaimana memutusnya secara efektif. Ini adalah kunci utama dari pencegahan dan pengendalian infeksi.
Peserta Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi akan mendapatkan paparan mengenai kebijakan dan regulasi terkini yang berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian infeksi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini penting agar mereka dapat menyelaraskan program PPI di institusi masing-masing dengan standar yang berlaku. Pemahaman terhadap regulasi akan memastikan kepatuhan dan efektivitas dalam penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi.
Definisi Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi juga mencakup pengembangan kemampuan analitis dan manajerial. Dokter yang mengikuti pelatihan ini diharapkan mampu melakukan surveilans infeksi, menganalisis data, mengidentifikasi faktor risiko, serta merumuskan intervensi yang tepat. Selain itu, mereka akan dilatih untuk menjadi agen perubahan yang dapat mengedukasi dan memotivasi seluruh staf rumah sakit untuk mengadopsi praktik-praktik pencegahan dan pengendalian infeksi yang aman. Ini adalah program yang menyeluruh.
Peran dan Pentingnya Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
- Peningkatan Keamanan Pasien: Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) sangat penting karena membekali dokter dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengendalikan penyebaran infeksi di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) pada pasien dapat diminimalkan secara signifikan, yang pada akhirnya meningkatkan keamanan dan kualitas perawatan. Ini adalah inti dari peran seorang dokter pencegah dan pengendali infeksi.
- Pengendalian Wabah dan Epidemi: Dokter yang telah mengikuti Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) memiliki kapabilitas untuk dengan cepat mengidentifikasi pola penyebaran infeksi, melakukan investigasi wabah, dan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang efektif. Ini krusial dalam mencegah penyebaran infeksi yang lebih luas di dalam dan di luar lingkungan rumah sakit, terutama dalam menghadapi ancaman penyakit menular baru atau resistensi antimikroba. Peran dokter pencegah dan pengendali infeksi sangat vital.
- Efisiensi Biaya Pelayanan Kesehatan: Infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) tidak hanya menyebabkan penderitaan pada pasien tetapi juga membebani sistem kesehatan dengan biaya perawatan yang lebih tinggi dan durasi rawat inap yang lebih lama. Dengan adanya dokter pencegah dan pengendali infeksi yang kompeten, insiden HAIs dapat ditekan, sehingga mengurangi beban finansial dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya rumah sakit. Pencegahan dan pengendalian infeksi adalah investasi.
- Peningkatan Kualitas Pelayanan: Keberadaan dokter yang terlatih dalam pencegahan dan pengendalian infeksi mencerminkan komitmen fasilitas kesehatan terhadap kualitas pelayanan yang tinggi. Mereka menjadi motor penggerak dalam penerapan standar kebersihan, sterilisasi, dan praktik klinis yang aman, yang secara langsung berkontribusi pada reputasi dan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut. Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi adalah penunjang kualitas.
- Kepatuhan terhadap Regulasi: Banyak negara, termasuk Indonesia, memiliki regulasi ketat mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan. Dokter yang telah mengikuti Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) akan memahami dan mampu menerapkan pedoman ini, memastikan bahwa fasilitas kesehatan mematuhi standar yang berlaku dan terhindar dari sanksi hukum atau denda. Ini mendukung kepatuhan pada regulasi pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Pengembangan Budaya Keselamatan: Dokter yang terlatih sebagai IPCD berperan sebagai agen perubahan yang dapat mengedukasi dan menginspirasi seluruh staf medis dan non-medis untuk mengadopsi budaya keselamatan dan praktik PPI yang optimal. Mereka mempromosikan kesadaran akan pentingnya kebersihan tangan, penggunaan APD yang tepat, dan teknik aseptik, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua. Budaya pencegahan dan pengendalian infeksi perlu dibangun.
- Pencegahan Resistensi Antimikroba: Salah satu dampak serius dari infeksi yang tidak terkontrol adalah munculnya resistensi antimikroba. Dokter pencegah dan pengendali infeksi memiliki peran strategis dalam mempromosikan penggunaan antibiotik yang rasional dan menerapkan program stewardship antimikroba, yang merupakan kunci dalam memperlambat perkembangan resistensi. Peran dokter pencegah dan pengendali infeksi menjadi sangat relevan.
Materi Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
- Epidemiologi Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (HAIs): Materi ini membahas dasar-dasar epidemiologi, termasuk definisi, klasifikasi, dan metode surveilans untuk mengidentifikasi dan melacak infeksi terkait pelayanan kesehatan. Peserta akan belajar tentang faktor risiko, pola penyebaran, serta metode analisis data untuk memahami tren infeksi dan mengidentifikasi area yang memerlukan intervensi. Ini adalah fondasi untuk memahami pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Mikrobiologi Klinis dan Mekanisme Penularan: Modul ini fokus pada jenis-jenis mikroorganisme patogen yang umum menyebabkan infeksi di fasilitas kesehatan, termasuk bakteri, virus, dan jamur. Penjelasan mendalam akan diberikan mengenai mekanisme penularan, jalur masuknya patogen ke tubuh inang, serta faktor-faktor yang mempengaruhi virulensi mikroorganisme. Pemahaman ini krusial untuk merancang strategi pencegahan yang efektif dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Kebersihan Tangan dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Bagian ini sangat penting dan mendalam, mencakup teknik kebersihan tangan yang benar (hand hygiene) sesuai standar WHO, termasuk penggunaan handrub berbasis alkohol dan sabun antiseptik. Selain itu, dijelaskan secara rinci mengenai jenis-jenis APD (masker, sarung tangan, gaun, pelindung mata), indikasi penggunaannya, serta prosedur donning (memakai) dan doffing (melepas) yang aman untuk mencegah kontaminasi silang. Ini adalah pilar utama pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Sterilisasi, Desinfeksi, dan Pemrosesan Peralatan Medis: Materi ini membahas prinsip-prinsip sterilisasi tingkat tinggi dan desinfeksi, termasuk metode fisik (panas kering, uap) dan kimia (cairan desinfektan). Peserta akan mempelajari klasifikasi peralatan medis (kritikal, semikritikal, non-kritikal) dan prosedur yang tepat untuk pembersihan, desinfeksi, dan sterilisasi ulang untuk setiap kategori. Penekanan diberikan pada validasi proses dan pemantauan kualitas untuk memastikan efektivitas pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Manajemen Limbah Medis Infeksius: Modul ini mencakup identifikasi, segregasi, pengemasan, penyimpanan, transportasi, dan pemusnahan limbah medis infeksius sesuai standar keselamatan. Peserta akan memahami risiko yang terkait dengan limbah medis dan cara mengelola limbah agar tidak menjadi sumber penyebaran infeksi. Aspek legal dan regulasi terkait manajemen limbah juga dibahas secara komprehensif. Ini penting untuk pencegahan dan pengendalian infeksi yang menyeluruh.
- Pencegahan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Infeksi Saluran Napas (ISPA) Terkait Kateter: Materi ini fokus pada strategi spesifik untuk mencegah infeksi yang paling umum terjadi di rumah sakit. Untuk ISK, dijelaskan teknik pemasangan dan perawatan kateter urin yang aseptik, serta indikasi pelepasan kateter sesegera mungkin. Untuk ISPA, dibahas pencegahan pneumonia terkait ventilator (VAP) dan infeksi saluran napas lainnya, termasuk pentingnya kebersihan oral dan elevasi kepala tempat tidur. Materi ini secara spesifik membahas pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Pencegahan Infeksi Luka Operasi (ILO) dan Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) Terkait Kateter Vena Sentral (CVC): Modul ini membahas langkah-langkah pencegahan ILO, termasuk persiapan kulit pre-operasi, penggunaan antibiotik profilaksis yang tepat, dan teknik bedah aseptik. Untuk IADP terkait CVC, dijelaskan prosedur pemasangan dan perawatan CVC yang aseptik, termasuk kebersihan tangan, disinfeksi lokasi insersi, dan penggunaan penutup steril. Kedua topik ini sangat kritis dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Surveilans Infeksi dan Analisis Data: Materi ini membahas metode pengumpulan data infeksi, interpretasi hasil surveilans, dan penggunaan data untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi intervensi, dan merumuskan kebijakan. Peserta akan dilatih menggunakan perangkat lunak statistik dasar dan membuat laporan yang informatif untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Audit dan Evaluasi Program PPI: Modul ini mengajarkan cara melakukan audit internal dan eksternal terhadap program pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan. Peserta akan memahami indikator kinerja, metode evaluasi, dan cara menyusun rekomendasi untuk perbaikan berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan efektivitas dan keberlanjutan program pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Komunikasi, Edukasi, dan Peran IPCD dalam Tim PPI: Materi ini membahas keterampilan komunikasi efektif untuk mengedukasi staf, pasien, dan pengunjung mengenai praktik PPI yang aman. Peserta akan belajar tentang peran kepemimpinan IPCD dalam tim PPI, termasuk pembentukan tim, pembagian tugas, dan koordinasi program. Ini adalah aspek penting untuk keberhasilan implementasi pencegahan dan pengendalian infeksi di seluruh fasilitas.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
Tujuan Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
- Meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman Dokter tentang PPI: Tujuan utama dari Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) adalah membekali para dokter dengan pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip-prinsip dasar, epidemiologi, mikrobiologi, serta strategi terkini dalam pencegahan dan pengendalian infeksi terkait pelayanan kesehatan. Dokter diharapkan mampu mengidentifikasi faktor risiko dan pola penularan infeksi secara akurat.
- Mengembangkan Keterampilan Praktis dalam Implementasi PPI: Pelatihan ini bertujuan untuk melatih dokter dalam mengaplikasikan prosedur dan teknik pencegahan dan pengendalian infeksi secara langsung di lingkungan klinis. Ini mencakup kebersihan tangan yang benar, penggunaan alat pelindung diri (APD), sterilisasi, desinfeksi, serta manajemen limbah medis. Keterampilan ini krusial untuk mencegah penyebaran infeksi.
- Meningkatkan Kemampuan Surveilans dan Analisis Data Infeksi: Dokter yang mengikuti Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) akan dilatih untuk melakukan surveilans aktif terhadap infeksi terkait pelayanan kesehatan, mengumpulkan data, menganalisis tren, dan menggunakan informasi tersebut untuk merumuskan intervensi yang tepat dan berbasis bukti. Ini penting untuk pemantauan efektif.
- Mendorong Peran Kepemimpinan Dokter dalam Program PPI: Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak dokter yang mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan dalam program pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka diharapkan dapat mengedukasi staf lain, mengembangkan kebijakan, serta mengimplementasikan praktik terbaik untuk menciptakan lingkungan yang aman.
- Menciptakan Budaya Keselamatan Pasien yang Kuat: Tujuan jangka panjang dari Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) adalah untuk menanamkan budaya keselamatan pasien yang berpusat pada pencegahan infeksi di seluruh fasilitas kesehatan. Dengan demikian, semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk menerapkan praktik PPI secara konsisten.
Manfaat Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
- Menurunnya Angka Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (HAIs): Manfaat paling nyata dari Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) adalah penurunan signifikan pada insiden HAIs. Dengan dokter yang kompeten, praktik PPI yang lebih baik akan diterapkan, mengurangi risiko penularan infeksi antar pasien dan antara pasien dengan tenaga kesehatan. Ini berarti lebih banyak pasien yang sembuh tanpa komplikasi infeksi.
- Peningkatan Keselamatan Pasien dan Staf: Dokter yang terlatih akan berkontribusi pada lingkungan yang lebih aman bagi pasien dan staf. Pencegahan infeksi yang efektif akan mengurangi risiko paparan patogen, melindungi kesehatan staf medis, dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Keselamatan adalah prioritas dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Efisiensi Biaya Operasional Rumah Sakit: Penurunan angka infeksi secara langsung berdampak pada efisiensi biaya. Mengurangi durasi rawat inap, kebutuhan akan antibiotik dosis tinggi, dan biaya perawatan tambahan akibat komplikasi infeksi akan menghemat sumber daya finansial rumah sakit. Ini adalah manfaat ekonomis dari pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Peningkatan Reputasi dan Akreditasi Fasilitas Kesehatan: Fasilitas kesehatan yang memiliki tim pencegahan dan pengendalian infeksi yang kuat, dipimpin oleh IPCD yang terlatih, akan mendapatkan reputasi yang lebih baik di mata publik dan pemangku kepentingan. Hal ini juga akan mendukung proses akreditasi dan kepatuhan terhadap standar nasional maupun internasional dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.
- Pengembangan Profesionalisme Dokter: Dokter yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan kompetensi tambahan yang sangat berharga dalam karier mereka. Ini tidak hanya meningkatkan nilai profesional mereka tetapi juga membuka peluang untuk peran kepemimpinan dalam bidang pencegahan dan pengendalian infeksi, serta kontribusi yang lebih besar terhadap kesehatan masyarakat.
- Kontribusi pada Pengendalian Resistensi Antimikroba (AMR): Dengan pemahaman yang lebih baik tentang praktik PPI dan stewardship antimikroba, dokter yang terlatih dalam pencegahan dan pengendalian infeksi dapat berperan aktif dalam memperlambat penyebaran resistensi antimikroba, sebuah ancaman global yang serius.
- Meningkatnya Kualitas Sistem Kesehatan Nasional: Secara makro, keberadaan dokter pencegah dan pengendali infeksi yang terlatih secara luas akan memperkuat sistem kesehatan nasional dalam menghadapi tantangan penyakit menular. Ini akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Kesimpulan
Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) merupakan inisiatif yang sangat penting dan strategis dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Melalui program ini, para dokter dibekali dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis yang esensial untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Pentingnya Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi ini tidak dapat diremehkan, mengingat dampak serius infeksi terkait pelayanan kesehatan terhadap morbiditas, mortalitas, dan beban finansial. Dengan demikian, investasi pada program ini adalah investasi untuk masa depan kesehatan bangsa.
Program Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi ini tidak hanya bertujuan untuk sekadar transfer ilmu, melainkan untuk membentuk profesional yang mampu menerapkan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi secara sistematis, melakukan surveilans yang efektif, serta merumuskan intervensi yang tepat. Lebih dari itu, pelatihan ini juga menanamkan semangat kepemimpinan dan kolaborasi, memastikan bahwa setiap dokter yang terlatih dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi seluruh staf untuk mengadopsi praktik-praktik aman. Keberadaan dokter pencegah dan pengendali infeksi yang kompeten adalah kunci utama dalam mewujudkan lingkungan pelayanan kesehatan yang steril dan aman bagi semua.
Oleh karena itu, kami mengajak seluruh dokter dan pihak terkait di fasilitas pelayanan kesehatan untuk aktif berpartisipasi dalam Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCD) yang diselenggarakan oleh Pusat Edukasi Indonesia. Jadilah bagian dari solusi, jadilah pemimpin dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Mari bersama-sama wujudkan lingkungan kesehatan yang lebih aman, berkualitas, dan berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi Anda dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Kesimpulan Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
Pentingnya Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD tidak dapat diabaikan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan nasional. Melalui pelatihan ini, dokter dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam mencegah dan mengendalikan infeksi, sehingga tercipta lingkungan rumah sakit yang aman, sehat, dan profesional. Segera ikuti program pelatihan ini bersama Pusat Edukasi Indonesia untuk mewujudkan transformasi pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi. Jangan ragu untuk terus mengembangkan kompetensi demi masa depan kesehatan Indonesia yang lebih unggul.
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Pelatihan
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Pelatihan
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Kontak Person Pendaftaran Bimtek Dokter Pencegah dan Pengendali Infeksi IPCD
- Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
- website : peindo.com
| Penginapan |
Penginapan (Twin Sharing) ,Tanpa Menginap ,Penginapan (Suite Room) |
|---|

