Pelatihan Design Thinking Terbaru 2025: Bisnis Optimal
Rp4.000.000 – Rp5.700.000Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000
Ikuti Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal untuk kuasai inovasi! BIMTEK ini esensial bagi Anda yang ingin beradaptasi dengan dinamika pasar dan memimpin perubahan. Pelajari pola pikir kreatif, teknik ideasi, dan implementasi solusi berpusat pada pengguna. Pentingnya pelatihan ini terletak pada kemampuannya membekali Anda dengan keterampilan praktis untuk memecahkan masalah kompleks, mempercepat pengembangan produk, dan menumbuhkan budaya inovasi berkelanjutan. Jadilah agen perubahan, tingkatkan daya saing bisnis Anda, dan wujudkan ide-ide transformatif sekarang!
LEGALITAS KAMI
DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111
NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@peindo.com
0851-7207-9181
Daftar Isi
TogglePelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal

Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal
Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal. Dalam lanskap bisnis yang terus bergejolak, kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi menjadi kunci utama bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisasi. Dinamika ekspektasi pelanggan yang tak henti berubah menuntut responsibilitas serta kreativitas yang tiada batas dari setiap entitas bisnis. Inovasi, pada hakikatnya, bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah imperatif strategis yang memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya bertahan, melainkan juga memimpin di tengah persaingan ketat. Kemajuan teknologi dan perubahan perilaku konsumen terus membentuk ulang paradigma bisnis, menjadikan inovasi sebagai faktor pembeda esensial.
Organisasi yang berhasil memposisikan diri sebagai pemimpin pasar umumnya didorong oleh budaya inovasi yang kuat dan terinternalisasi. Hal ini terbukti dari keberhasilan perusahaan-perusahaan global seperti Apple, Microsoft, dan 3M, yang menempatkan inovasi sebagai inti dari strategi bisnis mereka. Hasil survei MoSTI menguatkan pandangan ini, menegaskan bahwa kesuksesan di abad ke-21 sangat bergantung pada fondasi inovasi. Oleh karena itu, pendekatan yang sistematis dan terstruktur untuk mendorong inovasi menjadi sangat vital bagi setiap organisasi yang bercita-cita untuk mencapai kinerja optimal.
Salah satu pendekatan yang telah terbukti efektif dalam memicu dan mengelola inovasi adalah Design Thinking. Pendekatan ini menawarkan kerangka kerja yang komprehensif, dimulai dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna, hingga proses konseptualisasi dan implementasi solusi yang inovatif. Dengan mengedepankan empati dan kolaborasi, Design Thinking memungkinkan organisasi untuk mengembangkan produk, layanan, proses, atau bahkan model bisnis baru yang benar-benar relevan dan bernilai bagi pasar. Implementasi Design Thinking secara menyeluruh dapat mengubah cara pandang organisasi terhadap tantangan dan peluang.
Namun, proses berpikir inovatif seringkali dihadapkan pada berbagai hambatan, baik yang berasal dari kebiasaan berpikir individu maupun lingkungan organisasi itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap pelaku organisasi dan karyawan untuk tidak hanya mengenali hambatan-hambatan ini, tetapi juga menguasai pola pikir baru yang lebih kreatif dan inovatif. Pelatihan Design Thinking dirancang khusus untuk membekali peserta dengan keterampilan dan mentalitas yang diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya gagasan-gagasan transformatif.
Definisi Pelatihan Design Thinking
Pelatihan Design Thinking adalah sebuah program edukasi yang dirancang untuk membekali individu dan organisasi dengan kerangka berpikir serta metodologi Design Thinking. Ini bukan sekadar serangkaian teknik, melainkan sebuah filosofi yang menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap upaya penyelesaian masalah. Inti dari pelatihan ini adalah mengubah cara pandang peserta dalam mendekati tantangan, dari sekadar mencari solusi cepat menjadi proses iteratif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna dan lingkungan.
Secara fundamental, pelatihan ini mengajarkan bagaimana berpikir layaknya seorang desainer, yaitu dengan menumbuhkan empati, mendefinisikan masalah dengan presisi, menghasilkan ide-ide inovatif tanpa batasan, membangun prototipe solusi, dan mengujinya secara berulang. Pendekatan ini berbeda signifikan dari metode pemecahan masalah tradisional yang seringkali linier dan kurang mempertimbangkan kompleksitas perilaku manusia. Melalui simulasi dan studi kasus, peserta diajak untuk merasakan langsung dinamika proses Design Thinking.
Program ini juga mencakup eksplorasi berbagai alat dan teknik spesifik yang digunakan dalam setiap tahapan Design Thinking, seperti pembuatan persona, journey mapping, brainstorming, mind mapping, dan storytelling. Penguasaan alat-alat ini memungkinkan peserta untuk secara sistematis mengumpulkan informasi, menganalisis data, dan mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan lebih efektif. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dan interaksi lintas fungsi sebagai pendorong utama inovasi.
Pada akhirnya, Pelatihan Design Thinking bertujuan untuk menanamkan budaya inovasi dalam diri peserta dan organisasi mereka. Ini meliputi pemahaman tentang bagaimana mengatasi resistensi terhadap perubahan, mengelola ekspektasi stakeholders, dan membangun tim multidisiplin yang adaptif. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat kemampuan organisasi secara keseluruhan untuk berinovasi dan merespons dinamika pasar dengan lebih gesit.
Peran dan Pentingnya Pelatihan Design Thinking
Pelatihan Design Thinking memegang peran krusial dalam membentuk individu dan organisasi yang adaptif dan inovatif. Berikut adalah beberapa poin pentingnya:
Membangun Pola Pikir Berpusat pada Pengguna: Pelatihan ini secara fundamental mengubah perspektif peserta dari pendekatan product-centric menjadi user-centric. Dengan mengajarkan teknik empati seperti observasi mendalam dan wawancara, peserta dilatih untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan frustrasi pengguna secara holistik. Pemahaman mendalam ini sangat esensial untuk menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan bernilai, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan dan loyalitas merek. Kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang pengguna adalah fondasi dari setiap inovasi yang sukses.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kompleks: Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, masalah seringkali tidak memiliki solusi tunggal yang jelas. Pelatihan Design Thinking membekali peserta dengan kerangka kerja iteratif untuk memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola. Mereka belajar untuk merumuskan ulang masalah dari sudut pandang yang berbeda, membuka ruang bagi berbagai solusi inovatif. Proses ini mendorong pemikiran non-linier dan eksplorasi berbagai kemungkinan sebelum berkomitmen pada satu solusi.
Mendorong Lahirnya Ide-ide Inovatif dan Kreatif: Pelatihan ini secara aktif merangsang kreativitas melalui berbagai teknik ideation seperti brainstorming, mind mapping, dan SCAMPER. Peserta diajarkan untuk menghilangkan blokir mental dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi munculnya ide-ide out-of-the-box. Ini bukan hanya tentang menghasilkan banyak ide, tetapi juga tentang bagaimana menyaring, menggabungkan, dan mengembangkan ide-ide tersebut menjadi konsep yang layak. Fokus pada kuantitas dan keberanian untuk “gagal cepat” menjadi pendorong utama inovasi.
Mempercepat Proses Pengembangan Produk dan Layanan: Dengan penekanan pada prototyping cepat dan pengujian berulang, Design Thinking membantu organisasi untuk memvalidasi ide-ide mereka dengan biaya dan risiko yang lebih rendah. Peserta belajar untuk membangun prototipe sederhana, mengujinya dengan pengguna nyata, dan mengumpulkan feedback untuk iterasi. Proses ini meminimalkan waktu dan sumber daya yang terbuang untuk mengembangkan solusi yang tidak diinginkan pasar, sehingga mempercepat time-to-market dan meningkatkan efisiensi pengembangan.
Membangun Budaya Kolaborasi dan Tim Multidisiplin: Design Thinking secara inheren mendorong kolaborasi antarindividu dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu. Pelatihan ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka, saling mendengarkan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Peserta belajar bagaimana mengintegrasikan perspektif yang beragam untuk menciptakan solusi yang lebih komprehensif dan inovatif. Ini membantu memecah silo dalam organisasi dan membangun tim yang lebih kuat dan adaptif.
Meningkatkan Responsivitas Terhadap Perubahan Pasar: Dengan terus-menerus berinteraksi dengan pengguna dan menguji asumsi, organisasi yang menerapkan Design Thinking menjadi lebih responsif terhadap perubahan ekspektasi pelanggan dan dinamika pasar. Pelatihan ini mengajarkan bagaimana memantau tren, mengidentifikasi peluang baru, dan dengan cepat mengembangkan solusi yang relevan. Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat adalah aset tak ternilai di era disrupsi digital.
Materi Pelatihan Design Thinking
Pelatihan Design Thinking disusun secara komprehensif untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis. Berikut adalah rincian materi yang akan disampaikan:
I. Pengantar Design Thinking
- Definisi dan Sejarah Design Thinking: Bagian ini akan mengupas tuntas apa itu Design Thinking, bagaimana sejarah dan perkembangannya hingga menjadi pendekatan yang sangat relevan saat ini. Peserta akan memahami bahwa Design Thinking bukan sekadar buzzword, melainkan sebuah metodologi yang telah teruji dalam berbagai konteks.
- Prinsip-prinsip Dasar Design Thinking: Peserta akan diajak untuk memahami prinsip-prinsip fundamental yang menjadi landasan Design Thinking, seperti empati, iterasi, dan fokus pada solusi. Pemahaman prinsip ini sangat penting untuk membangun mentalitas yang tepat dalam mengadopsi pendekatan ini.
- Beda antara Pendekatan Tradisional dan Design Thinking: Sesi ini akan membedah perbedaan mendasar antara cara pemecahan masalah konvensional dengan Design Thinking. Peserta akan melihat mengapa pendekatan Design Thinking lebih efektif dalam menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian di era modern.
- Tahapan-tahapan Design Thinking:
- Empati: Memahami pengguna dan konteksnya: Ini adalah tahap pertama yang krusial, di mana peserta akan belajar teknik untuk benar-benar memahami kebutuhan, motivasi, dan tantangan yang dihadapi oleh pengguna. Termasuk metode wawancara, observasi, dan shadowing.
- Definisi Masalah: Merumuskan permasalahan secara jelas: Setelah mengumpulkan data empati, peserta akan dilatih untuk mensintesis informasi dan merumuskan masalah inti (point-of-view) yang jelas dan berpusat pada pengguna, bukan pada solusi.
- Ideasi: Menghasilkan ide-ide kreatif: Sesi ini berfokus pada teknik-teknik untuk menghasilkan sebanyak mungkin ide, baik yang konvensional maupun out-of-the-box, tanpa batasan atau penilaian awal. Peserta akan diajak berpikir “di luar kotak”.
- Prototyping: Membuat model atau prototipe solusi: Peserta akan belajar cara mengubah ide-ide menjadi bentuk nyata yang dapat diuji. Ini bisa berupa sketch, mock-up, role-playing, atau storyboard. Penekanan pada low-fidelity prototyping.
- Pengujian: Menguji prototipe dengan pengguna: Tahap terakhir di mana prototipe diuji dengan pengguna nyata untuk mendapatkan feedback dan melakukan iterasi. Peserta akan memahami pentingnya feedback sebagai pendorong perbaikan.
II. Alat dan Metode Design Thinking
- Persona: Membuat profil karakter pengguna: Peserta akan belajar membuat representasi fiktif dari pengguna target berdasarkan data riset, untuk membantu tim berempati lebih dalam dan membuat keputusan desain yang lebih baik.
- Journey Mapping: Menganalisis perjalanan pengguna: Teknik ini memungkinkan peserta untuk memvisualisasikan seluruh pengalaman pengguna dengan produk atau layanan, mengidentifikasi pain points dan opportunity areas.
- Brainstorming: Menghasilkan ide secara kolaboratif: Sesi interaktif untuk melatih teknik brainstorming yang efektif, mempromosikan kuantitas ide tanpa menghakimi, dan memfasilitasi kolaborasi antar tim.
- Mind Mapping: Visualisasi ide dan konsep: Peserta akan menggunakan mind mapping sebagai alat untuk mengorganisir ide-ide, menemukan koneksi antar konsep, dan mengembangkan pemikiran secara lebih terstruktur dan visual.
- Storytelling: Menyampaikan solusi melalui narasi: Kemampuan untuk menceritakan kisah solusi secara menarik sangat penting. Peserta akan dilatih bagaimana mengkomunikasikan ide-ide kompleks dengan cara yang mudah dipahami dan memotivasi audiens.
- Implementasi Design Thinking dalam Organisasi
- Budaya Inovasi: Membangun budaya inovatif dalam organisasi: Materi ini membahas strategi untuk menumbuhkan lingkungan yang mendorong kreativitas, eksperimen, dan risk-taking yang sehat.
- Tim Multidisiplin: Kolaborasi antar anggota tim dari berbagai disiplin: Pentingnya membentuk tim yang beragam untuk membawa perspektif yang kaya dalam proses inovasi.
- Pengembangan Produk: Proses merancang produk atau layanan dengan pendekatan Design Thinking: Studi kasus dan panduan praktis tentang bagaimana Design Thinking diaplikasikan dalam siklus pengembangan produk.
- Pengaplikasian pada Proyek-proyek Spesifik
- Studi Kasus Design Thinking:
- Menelaah contoh-contoh sukses implementasi Design Thinking: Analisis mendalam terhadap perusahaan atau proyek yang berhasil menggunakan Design Thinking untuk mencapai tujuan bisnis.
- Analisis kegagalan dan pembelajaran dari implementasi sebelumnya: Memahami mengapa beberapa proyek Design Thinking mungkin tidak berjalan sesuai harapan dan apa pelajaran yang bisa diambil dari kegagalan tersebut.
- Evaluasi dan Pengukuran Keberhasilan
- Kriteria evaluasi dalam Design Thinking: Bagaimana mengukur keberhasilan proyek yang menggunakan pendekatan Design Thinking, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dampak kualitatif.
- Mengukur dampak dan keberhasilan proyek: Metode dan metrik untuk mengkuantifikasi return on investment (ROI) dari inisiatif Design Thinking.
- Pembelajaran berkelanjutan dari setiap implementasi: Pentingnya budaya continuous learning dan feedback loop untuk perbaikan berkelanjutan.
III. Tantangan dan Hambatan dalam Mengadopsi Design Thinking
- Mengatasi resistensi dan tantangan dalam organisasi: Pembahasan mengenai resistensi terhadap perubahan, ketakutan akan kegagalan, dan hambatan struktural yang mungkin muncul saat mengadopsi Design Thinking.
- Strategi untuk menghadapi hambatan implementasi: Peserta akan dibekali dengan strategi praktis untuk mengatasi berbagai tantangan, termasuk komunikasi efektif dan membangun buy-in dari stakeholders.
- Mengelola ekspektasi stakeholders: Pentingnya mengkomunikasikan apa yang dapat dan tidak dapat dicapai oleh Design Thinking, serta menetapkan ekspektasi yang realistis.
IV. Workshop Praktis Design Thinking
- Latihan desain kolaboratif: Sesi ini akan melibatkan peserta dalam proyek Design Thinking mini secara kolaboratif, di mana mereka akan bekerja sama untuk memecahkan masalah nyata.
- Membuat prototipe sederhana: Peserta akan langsung mempraktikkan pembuatan prototipe low-fidelity dari ide-ide mereka.
- Pengujian dan iterasi: Melakukan pengujian prototipe dengan sesama peserta dan menganalisis feedback untuk melakukan iterasi.
- Tinjauan Etika dalam Design Thinking:
- Pertimbangan etika dalam merancang produk atau layanan: Pembahasan mengenai tanggung jawab etis seorang desainer dan organisasi dalam menciptakan solusi yang tidak merugikan.
- Dampak sosial dan lingkungan: Mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari inovasi terhadap masyarakat dan lingkungan.
- Masa Depan Design Thinking
- Perkembangan terkini dan tren dalam Design Thinking: Mengulas bagaimana Design Thinking terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.
- Integrasi dengan teknologi baru dan kecerdasan buatan: Diskusi tentang bagaimana Design Thinking dapat berkolaborasi dengan AI, big data, dan teknologi lainnya untuk menciptakan inovasi yang lebih kuat.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Design Thinking
Pelatihan Design Thinking bertujuan untuk memberikan dampak transformatif bagi individu dan organisasi. Berikut adalah tujuan dan manfaat utama dari pelatihan ini:
Meningkatkan Pemahaman Mendalam tentang Pengguna: Tujuan utama adalah membekali peserta dengan kemampuan untuk berempati secara mendalam terhadap pengguna atau konsumen. Ini mencakup pemahaman tentang pain points, motivasi, dan perilaku mereka. Manfaatnya adalah kemampuan untuk menciptakan solusi yang benar-benar relevan dan diinginkan pasar, mengurangi risiko pengembangan produk yang tidak tepat sasaran, dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara signifikan.
Menguasai Pola Pikir Kreatif dan Inovatif: Pelatihan ini bertujuan untuk mematahkan kebiasaan berpikir linier dan merangsang pola pikir yang lebih kreatif, divergent, dan inovatif. Peserta akan diajarkan teknik-teknik untuk menghasilkan ide-ide baru tanpa batasan. Manfaatnya adalah peningkatan kapasitas individu dan tim dalam memunculkan gagasan segar, yang esensial untuk memecahkan masalah kompleks dan menemukan peluang bisnis baru.
Mengembangkan Keterampilan Praktis dalam Setiap Tahapan Design Thinking: Peserta Pelatihan Design Thinking akan dibekali dengan keterampilan praktis dalam setiap tahapan Design Thinking, mulai dari empati, definisi masalah, ideasi, prototyping, hingga pengujian. Manfaatnya adalah peserta akan mampu menerapkan metodologi ini secara mandiri dalam proyek-proyek mereka, sehingga mempercepat siklus inovasi dan meningkatkan efisiensi proses pengembangan.
Membangun Kemampuan untuk Mengidentifikasi dan Mengatasi Hambatan Inovasi: Pelatihan Design Thinking ini bertujuan untuk membuat peserta sadar akan berbagai hambatan, baik internal maupun eksternal, yang dapat menghambat proses inovasi. Mereka akan dibekali dengan strategi untuk mengatasinya. Manfaatnya adalah organisasi dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi inovasi, mengurangi resistensi terhadap perubahan, dan memastikan bahwa gagasan-gagasan inovatif dapat diimplementasikan dengan sukses.
Mendorong Kolaborasi Tim Multidisiplin: Tujuan Pelatihan Design Thinking lainnya adalah menumbuhkan semangat kolaborasi dan kerja sama antar individu dari berbagai latar belakang dan keahlian. Design Thinking sangat menekankan pentingnya perspektif yang beragam. Manfaatnya adalah terciptanya solusi yang lebih holistik dan kuat karena mempertimbangkan berbagai sudut pandang. Ini juga membantu memecah silo antar departemen dalam organisasi.
Mempercepat Proses Validasi Ide dan Pengurangan Risiko: Melalui sesi prototyping dan pengujian, pelatihan ini bertujuan untuk memungkinkan peserta memvalidasi ide-ide mereka dengan cepat dan efisien. Manfaatnya adalah organisasi dapat menguji asumsi-asumsi kunci sebelum melakukan investasi besar, sehingga meminimalkan risiko kegagalan dan menghemat sumber daya yang berharga.
Menumbuhkan Budaya Inovasi yang Berkelanjutan dalam Organisasi: Pada tingkat organisasi, Pelatihan Design Thinking ini bertujuan untuk menanamkan budaya di mana inovasi dianggap sebagai bagian integral dari operasi sehari-hari. Manfaatnya adalah terciptanya ekosistem yang mendorong eksperimen, pembelajaran dari kegagalan, dan perbaikan berkelanjutan, sehingga organisasi tetap adaptif dan kompetitif di pasar yang dinamis.
Meningkatkan Kualitas Produk, Layanan, dan Pengalaman Pelanggan: Dengan fokus pada kebutuhan pengguna, Pelatihan Design Thinking ini secara langsung berkontribusi pada penciptaan produk dan layanan yang lebih baik. Manfaatnya adalah peningkatan kualitas, relevansi, dan daya saing di pasar, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan loyalitas merek, serta mendorong pertumbuhan bisnis.
Kesimpulan Pelatihan Design Thinking
Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal ini adalah investasi strategis yang sangat krusial bagi setiap individu dan organisasi yang bertekad untuk tidak hanya bertahan, melainkan juga memimpin di tengah gelombang perubahan era digital. Dalam lingkungan bisnis yang terus bergejolak, kemampuan untuk berinovasi dan beradaptasi dengan cepat bukan lagi sekadar keunggulan, melainkan sebuah prasyarat mutlak untuk keberlangsungan. BIMTEK ini menawarkan lebih dari sekadar teori; ia adalah jembatan menuju implementasi nyata dari pola pikir kreatif dan metodologi inovatif.
Dengan berpartisipasi dalam pelatihan ini, Anda akan dibekali dengan pemahaman mendalam tentang esensi Design Thinking, mulai dari menumbuhkan empati terhadap pengguna hingga menguji prototipe solusi dengan efisien. Anda akan menguasai berbagai alat dan teknik praktis yang akan memungkinkan Anda untuk secara sistematis mengidentifikasi masalah, menghasilkan ide-ide terobosan, dan menerjemahkannya menjadi inovasi yang berdampak. Yang terpenting, Anda akan belajar bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang seringkali muncul dalam proses inovasi, baik dari diri sendiri maupun lingkungan organisasi, serta mengelola ekspektasi para pemangku kepentingan.
Manfaat dari pelatihan ini sangat luas, mulai dari meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kompleks, mendorong kolaborasi tim multidisiplin, hingga mempercepat proses pengembangan produk dan layanan dengan risiko yang lebih rendah. Ini adalah fondasi untuk membangun budaya inovasi yang berkelanjutan di tempat kerja Anda, memastikan bahwa organisasi Anda tetap relevan dan kompetitif. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi dan mengimplementasikan inovasi nyata. Bergabunglah sekarang dalam Pelatihan Design Thinking 2025 dan jadilah bagian dari transformasi bisnis optimal!

Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal
Metode Pelatihan Design Thinking
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Design Thinking:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Pelatihan Design Thinking
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Pelatihan Design Thinking
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Design Thinking:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person BImtek Design Thinking
- Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
- website : peindo.com

Pelatihan Design Thinking 2025: Transformasi Bisnis Optimal
| Penginapan |
Penginapan (Twin Sharing) ,Tanpa Menginap ,Penginapan (Suite Room) |
|---|

