Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK 2025 menghadirkan pelatihan komprehensif untuk meningkatkan kapasitas pengurus PKK dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat desa. Dengan fokus pada 10 program pokok PKK, bimtek ini mendorong optimalisasi dana desa dan integrasi program dalam RPJMDes. Peserta dibekali strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan, keterampilan, kesehatan, serta partisipasi perempuan, guna mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, inklusif, dan mandiri di era otonomi daerah yang semakin berkembang.

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

388 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kunci strategis dalam proses pembangunan manusia yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Di era digital yang terus berkembang pesat serta dengan pelaksanaan otonomi daerah yang semakin luas dan bertanggung jawab, pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama dalam mempercepat tercapainya kesejahteraan rakyat. Pemberdayaan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pada peningkatan pelayanan publik, partisipasi aktif masyarakat, serta penguatan daya saing daerah dalam menghadapi tantangan global.

Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sosial memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera, terutama keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. PKK tidak hanya sekadar organisasi, tetapi telah menjadi gerakan yang mengakar di masyarakat dengan program-program pemberdayaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga dan masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan yang seringkali menjadi ujung tombak dalam pengelolaan keluarga.

Namun demikian, berbagai permasalahan masih menghantui kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan pemenuhan gizi keluarga yang belum optimal, rendahnya tingkat pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan masyarakat, hingga keterbatasan akses terhadap sumber daya yang mendukung pembangunan keluarga. Kondisi ini menuntut peran aktif dan sinergis dari berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak PKK, dalam merancang dan melaksanakan program-program pemberdayaan yang efektif dan berkelanjutan.

Seiring dengan diberlakukannya Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan kewenangan serta alokasi anggaran yang cukup besar kepada desa, maka momentum ini menjadi peluang emas bagi PKK untuk lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan desa. Pengurus TP PKK dituntut untuk mampu menyusun perencanaan dan penganggaran program secara tepat, sesuai visi dan misi kepala desa, sehingga program-program PKK dapat terintegrasi dalam RPJMDes dan mendapatkan dukungan dana dari APBDes secara proporsional. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui PKK dapat semakin maju, efektif, dan berdampak nyata.

Pengertian Pemberdayaan Masyarakat dan PKK

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu proses yang memungkinkan individu, kelompok, dan komunitas untuk meningkatkan kemampuan, kekuatan, dan kontrol atas sumber daya yang dimilikinya demi meningkatkan kualitas hidup secara mandiri. Dalam konteks pembangunan, pemberdayaan menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan yang bersifat berkelanjutan dan inklusif. Dengan pemberdayaan, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang turut menentukan arah dan hasil pembangunan.

Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan suatu gerakan sosial yang berfokus pada pengembangan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat yang berfungsi sebagai fondasi pembangunan. PKK hadir sebagai wadah untuk memberdayakan keluarga, terutama perempuan, agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup melalui berbagai program pokok yang telah dirumuskan secara dinamis dan adaptif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Program-program PKK mencakup sepuluh bidang pokok yang menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan keluarga, mulai dari penghayatan dan pengalaman Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan koperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan sehat. Dengan pendekatan holistik tersebut, PKK berupaya mengoptimalkan potensi dan sumber daya keluarga sebagai aktor utama dalam pembangunan nasional.

Seiring perkembangan zaman dan dinamika pembangunan, PKK terus bertransformasi menjadi gerakan yang lebih responsif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu menjawab tantangan baru dalam pemberdayaan masyarakat dan keluarga. Hal ini menjadikan PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat desa dan komunitas.

Peran dan Pentingnya Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK

Peran Tim Penggerak PKK sangat penting dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa, terutama dalam konteks pemberdayaan keluarga yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup. PKK tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai penghubung antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam mengidentifikasi kebutuhan, merancang program, hingga mengimplementasikan kegiatan pemberdayaan secara efektif.

Penggerak PKK memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan dana desa yang cukup besar serta kewenangan yang diberikan oleh pemerintah. Dengan pengelolaan yang tepat, dana desa dapat digunakan untuk mendukung program-program PKK yang bersifat edukatif, peningkatan keterampilan, penguatan ekonomi keluarga, serta pelestarian lingkungan hidup, sehingga membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Selain itu, PKK berperan sebagai agen perubahan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama kaum perempuan, dalam berbagai aspek pembangunan desa. Perempuan sebagai penggerak utama dalam keluarga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga, sehingga pemberdayaan perempuan melalui program PKK menjadi salah satu faktor kunci dalam percepatan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Pengurus TP PKK juga dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menyusun proposal dan perencanaan program yang sesuai dengan kebutuhan desa dan visi kepala desa. Hal ini penting agar program-program PKK dapat diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan mendapatkan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara proporsional. Dengan penganggaran yang tepat dan perencanaan yang matang, program PKK dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Materi Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK

Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK, materi yang disampaikan meliputi berbagai aspek penting terkait pelaksanaan dan penguatan program PKK di tingkat desa dan komunitas. Materi utama antara lain:

  1. Penghayatan dan Pengalaman Pancasila: Memahami nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.

  2. Gotong Royong: Mendorong semangat kerjasama dan kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

  3. Pangan: Peningkatan ketahanan pangan keluarga melalui pengelolaan sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan.

  4. Sandang: Pemenuhan kebutuhan sandang yang layak dan berkualitas untuk menunjang kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

  5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga: Mendorong terciptanya lingkungan rumah yang sehat dan tertata baik guna meningkatkan kualitas hidup keluarga.

  6. Pendidikan dan Keterampilan: Pengembangan kapasitas dan keterampilan anggota keluarga, khususnya perempuan, untuk mendukung kemandirian ekonomi dan sosial.

  7. Kesehatan: Peningkatan derajat kesehatan keluarga melalui edukasi, pelayanan kesehatan, dan pola hidup sehat.

  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi: Memperkuat ekonomi keluarga melalui pengembangan koperasi sebagai wadah usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

  9. Kelestarian Lingkungan Hidup: Pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan demi keseimbangan ekosistem dan kualitas hidup yang baik.

  10. Perencanaan Sehat: Peningkatan kesadaran dan kemampuan keluarga dalam perencanaan hidup sehat untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.

Materi tersebut disampaikan secara komprehensif dengan pendekatan partisipatif, sehingga pengurus TP PKK dapat memahami secara mendalam, mengaplikasikan, dan mengembangkan program sesuai kebutuhan masyarakat desa masing-masing.

Tujuan dan Manfaat Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK

Tujuan utama pelaksanaan Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus TP PKK dalam menjalankan tugas pemberdayaan masyarakat secara efektif dan efisien. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan pengurus PKK mampu merancang, mengelola, dan mengimplementasikan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mendapatkan dukungan dana desa yang memadai.

Manfaat Bimtek juga mencakup peningkatan koordinasi antara TP PKK dengan pemerintah desa dan berbagai pihak terkait, sehingga sinergi pembangunan desa dapat terwujud secara optimal. Selain itu, Bimtek menjadi wahana untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik terbaik dalam pemberdayaan keluarga, yang akan memperkuat jaringan dan motivasi pengurus PKK di seluruh desa.

Dengan demikian, Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat PKK 2025 merupakan kegiatan strategis yang sangat penting dalam menghadapi tantangan pembangunan masyarakat di era otonomi daerah yang semakin maju dan dinamis. Melalui pembekalan materi yang komprehensif dan relevan, Bimtek ini memberikan bekal yang cukup bagi pengurus TP PKK untuk melaksanakan tugas pemberdayaan keluarga dan masyarakat secara profesional.

Peran PKK dalam memberdayakan masyarakat, khususnya keluarga dan perempuan, sangat vital untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pengelolaan dana desa yang transparan, dan perencanaan yang matang, program-program PKK dapat terintegrasi dalam pembangunan desa yang berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengurus TP PKK melalui Bimtek menjadi sebuah keharusan untuk memastikan bahwa gerakan PKK terus berkembang, adaptif terhadap perubahan zaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, pemberdayaan masyarakat melalui PKK akan terus maju dan menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga dan desa di masa depan.

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Metode Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Pelatihan Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Bimtek Penggerak Pemberdayaan Masyarakat 2025

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)