Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026
Rp4.000.000 – Rp5.700.000Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000
Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026 merupakan pelatihan strategis yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa dan pemangku kepentingan dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi layak. Dengan materi lengkap mulai dari perencanaan hingga monitoring, bimtek ini sangat penting untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan mendukung pencapaian target SDGs 2030. Melalui bimtek, penerapan teknologi tepat guna dan edukasi kebersihan dapat memperkuat keberlanjutan pengelolaan sanitasi di tingkat desa secara efektif dan berkelanjutan.
LEGALITAS KAMI
DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111
NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@peindo.com
0851-7207-9181
Daftar Isi
ToggleBimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026

Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026
Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026. Air bersih dan sanitasi layak merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat vital untuk menunjang kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Namun, di banyak daerah di Indonesia, akses terhadap sumber air bersih yang aman dan sistem sanitasi yang memadai masih menjadi tantangan besar. Hal ini tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan secara langsung, tetapi juga berpengaruh pada produktivitas masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya terarah dan terpadu dalam pengelolaan sanitasi dan air bersih guna menjamin tercapainya akses universal sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satu poin penting dalam SDGs adalah memastikan bahwa setiap individu mendapat akses yang layak dan aman terhadap air bersih serta fasilitas sanitasi yang memadai. Sanitasi yang buruk dan akses air bersih yang terbatas sering kali menjadi penyebab utama penyebaran penyakit menular seperti diare, yang berkontribusi pada tingginya angka kematian dan malnutrisi, khususnya pada anak-anak. Oleh karena itu, kebutuhan untuk meningkatkan pengelolaan sanitasi dan air bersih menjadi sangat mendesak dan harus diatasi dengan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia, bersama dengan berbagai pemangku kepentingan, telah berkomitmen untuk mengimplementasikan program-program yang mendukung tujuan tersebut. Salah satu bentuk nyata dari komitmen ini adalah diadakannya Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih, sebuah pelatihan teknis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengelola sanitasi dan air bersih secara efektif dan berkelanjutan. Bimtek ini juga mendukung upaya global dalam mencapai target universal akses air minum dan sanitasi pada tahun 2030 sebagaimana yang dicanangkan oleh PBB.
Melalui bimtek ini, diharapkan terbangun pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya sanitasi dan air bersih, sekaligus terwujudnya keterampilan teknis dan manajerial yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Dengan demikian, pengelolaan fasilitas sanitasi dan penyediaan air bersih dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Artikel ini akan menguraikan secara lengkap mengenai definisi, peran, materi, tujuan, manfaat, dan kesimpulan dari Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026.
Definisi
Sanitasi adalah bidang yang membahas berbagai fasilitas dan layanan yang digunakan untuk pembuangan kotoran manusia, seperti feses dan urine, secara aman dan higienis. Sistem sanitasi yang baik berfungsi untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan menghindarkan manusia dari kontak langsung dengan kotoran dan bahan limbah berbahaya lainnya. Sanitasi juga menekankan pentingnya praktik kebersihan, seperti mencuci tangan dengan sabun, yang merupakan salah satu pilar utama dalam pencegahan penyebaran penyakit.
Air bersih sendiri adalah jenis sumber daya air yang memiliki mutu baik dan layak dikonsumsi maupun digunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan sanitasi. Air bersih harus memenuhi standar kesehatan seperti tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan bebas dari kontaminan berbahaya seperti logam berat serta patogen bakteri, contohnya Escherichia coli. Meskipun air dari sumber alami tersedia, risiko pencemaran selalu ada, sehingga pengelolaan dan pengolahannya harus dilakukan secara tepat agar aman dikonsumsi.
Pengelolaan sanitasi dan air bersih bukan hanya soal teknis penyediaan fasilitas, tetapi juga melibatkan aspek perencanaan, pembiayaan, pengelolaan operasional, edukasi masyarakat, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Oleh sebab itu, perangkat desa dan penyelenggaraan pemerintahan desa harus memiliki pemahaman yang menyeluruh serta kapasitas teknis untuk mengelola kedua aspek ini secara efektif. Perangkat desa merupakan ujung tombak dalam pelayanan publik, termasuk dalam pengelolaan sanitasi dan air bersih yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat setempat.
Pemerintah desa, melalui perangkatnya, harus mampu melakukan pengumpulan data dan analisis terkait kondisi sanitasi dan sumber air bersih, menyusun perencanaan yang matang, hingga mengelola operasional fasilitas secara berkelanjutan. Keberhasilan pengelolaan ini sangat bergantung pada sinergi antar lembaga, partisipasi masyarakat, dan pemahaman akan pentingnya sanitasi dan air bersih untuk meningkatkan kualitas hidup, mencegah penyakit, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.
Peran dan Pentingnya Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
Bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih memainkan peran strategis dalam menunjang pencapaian akses universal terhadap layanan sanitasi yang layak dan air bersih aman. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan wawasan, pengetahuan teknis, serta keterampilan praktis kepada para pelaku pemerintahan desa dan pemangku kepentingan terkait dalam pengelolaan kedua aspek tersebut.
Melalui bimtek ini, perangkat desa dan teknisi akan mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai standar sanitasi yang baik, teknik pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur air bersih, serta strategi pengelolaan operasional yang efisien dan berkelanjutan. Selain itu, bimtek ini juga menekankan pentingnya aspek pembiayaan dan pengelolaan sumber daya, termasuk bagaimana menemukan sumber pendanaan yang tepat dan memastikan penggunaan anggaran yang transparan dan efektif.
Pentingnya bimtek ini juga terletak pada upaya membangun kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat melalui pendidikan dan sosialisasi yang terpadu. Sanitasi dan air bersih bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga masalah perilaku hidup bersih dan sehat yang harus dimulai dari tingkat komunitas. Dengan bimtek, perangkat desa diharapkan mampu menggerakkan masyarakat dalam menerapkan higienitas dan menjaga keberlanjutan fasilitas sanitasi.
Lebih jauh, bimtek ini juga berfungsi sebagai wadah diskusi dan tukar pengalaman yang dapat memancing ide-ide inovatif serta solusi lokal yang relevan dengan kondisi desa. Oleh sebab itu, peran bimtek menjadi sangat penting dalam pembangunan kapasitas yang tidak hanya teknis, tetapi juga holistik, mencakup manajemen, sosial, dan kebijakan yang mendukung pengelolaan sanitasi dan air bersih secara menyeluruh.
Materi Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
Materi bimtek disusun secara sistematis dan komprehensif agar peserta mampu memahami dan mengaplikasikan seluruh aspek penting dalam pengelolaan sanitasi dan air bersih. Berikut adalah rincian materi bimtek:
Perencanaan
Mempelajari cara melakukan perencanaan berbasis data mengenai kebutuhan air bersih dan sanitasi di desa, termasuk identifikasi masalah, pemetaan sumber daya, dan penetapan prioritas pembangunan.Pengumpulan Data dan Analisis
Teknik pengumpulan data lapangan yang akurat dan relevan, serta metode analisis data untuk memahami kondisi riil serta membuat keputusan berbasis bukti.Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih
Pemahaman mengenai desain, pembangunan, dan pemeliharaan infrastruktur sanitasi seperti jamban sehat, instalasi air bersih, sumur, sistem pembuangan limbah, serta teknologi pengolahan air yang sesuai dengan kondisi desa.Pembiayaan
Strategi pengelolaan keuangan yang meliputi perencanaan anggaran, sumber-sumber pembiayaan, pengelolaan dana, serta pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.Pengelolaan Operasional
Pendekatan manajemen operasional fasilitas sanitasi dan air bersih, pemeliharaan rutin, pelatihan teknis untuk operator, serta penanganan permasalahan teknis.Pendidikan dan Sosialisasi
Metode efektif dalam melakukan edukasi kepada masyarakat agar sadar pentingnya sanitasi dan air bersih, termasuk kampanye cuci tangan menggunakan sabun dan kebersihan lingkungan.Monitoring dan Evaluasi
Teknik melakukan pemantauan kinerja dan evaluasi dampak program sanitasi dan penyediaan air bersih guna memastikan keberlanjutan dan perbaikan berkelanjutan.Diskusi dan Tanya Jawab
Sesi interaktif untuk membahas permasalahan nyata di lapangan dan mencari solusi terbaik secara kolaboratif.
Tujuan dan Manfaat Bimtek
Tujuan Bimtek
Meningkatkan kapasitas perangkat desa, pemerintah daerah, dan pelaku lainnya dalam pengelolaan sanitasi dan air bersih yang efektif dan berkelanjutan.
Membangun pemahaman komprehensif tentang standar sanitasi dan kualitas air bersih sesuai kebijakan nasional dan internasional.
Mendorong penerapan teknologi tepat guna dan inovasi dalam penyediaan layanan sanitasi dan air bersih.
Menguatkan peran serta masyarakat melalui pendidikan dan sosialisasi kebersihan dan kesehatan.
Mendukung tercapainya target SDGs sektor air bersih dan sanitasi di tingkat desa dan nasional.
Manfaat Bimtek
Terbentuknya kemampuan teknis pengelolaan sanitasi dan air bersih yang sesuai standar kesehatan dan lingkungan.
Optimalisasi penggunaan sumber daya dan dana dalam pembangunan serta pemeliharaan fasilitas.
Meningkatnya kualitas hidup masyarakat dengan berkurangnya kasus penyakit akibat sanitasi buruk dan air tercemar.
Berfungsinya sistem monitoring yang efektif untuk memastikan keberlanjutan program.
Terbangunnya kolaborasi dan jaringan kerja antara pemerintah desa dan masyarakat guna mendukung pengelolaan sumber daya air dan sanitasi.
Kesimpulan
Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026 merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam menjawab tantangan mendasar terkait sanitasi dan akses air bersih di Indonesia. Dengan pelatihan ini, perangkat desa dan pemangku kepentingan lainnya memperoleh kapasitas yang memadai untuk mengelola fasilitas sanitasi dan air bersih secara profesional, berkelanjutan, dan sesuai dengan standar kesehatan.
Keberhasilan bimtek ini tidak hanya akan menurunkan angka penyakit yang berhubungan dengan sanitasi dan kualitas air, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan begitu, Indonesia dapat semakin dekat dalam mewujudkan target SDGs terkait universal akses air minum dan sanitasi yang layak pada tahun 2030.
Mari kita jadikan pengelolaan sanitasi dan air bersih sebagai prioritas utama dengan semangat kolaborasi dan inovasi. Dengan komitmen bersama, semua lapisan masyarakat dapat menikmati hidup yang lebih sehat dan bermartabat. Bimtek ini bukan hanya sebuah pelatihan, melainkan investasi masa depan untuk pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan generasi mendatang.

Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026
Metode Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Pelatihan Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
- Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
- website : peindo.com

Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025-2026
| Penginapan |
Penginapan (Twin Sharing) ,Tanpa Menginap ,Penginapan (Suite Room) |
|---|

