Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Hadapi tantangan bisnis modern dengan Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dari Pusat Edukasi Indonesia. Pelatihan ini esensial untuk memperkuat GCG BUMN, membekali Anda mengelola risiko strategis, operasional, dan keuangan secara efektif. Tingkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis risiko. Segera bergabung untuk memastikan keberlanjutan dan keunggulan perusahaan Anda!

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

310 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN. Dalam lanskap bisnis modern yang semakin kompleks dan dinamis, pengelolaan risiko telah menjadi pilar fundamental bagi keberlanjutan dan keberhasilan organisasi. Fenomena ini semakin relevan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia, yang memegang peranan vital dalam perekonomian nasional. BUMN dituntut untuk tidak hanya efisien dalam operasional, tetapi juga akuntabel dan transparan dalam setiap pengambilan keputusannya. Tantangan ini diperparah dengan volatilitas pasar global, perubahan regulasi yang cepat, dan ekspektasi pemangku kepentingan yang terus meningkat. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang terstruktur menjadi sebuah keniscayaan.

Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) atau Manajemen Risiko Perusahaan secara komprehensif menjadi krusial dalam kerangka Good Corporate Governance (GCG). GCG bukanlah sekadar kepatuhan terhadap peraturan, melainkan sebuah filosofi yang menekankan pada praktik terbaik dalam tata kelola perusahaan untuk mencapai tujuan strategis dan melindungi nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM hadir sebagai inisiatif strategis untuk membekali para pemimpin dan profesional BUMN dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan memitigasi berbagai jenis risiko yang melekat pada operasional mereka.

Korelasi antara pengelolaan risiko ERM yang efektif dan GCG yang kuat sangat erat. ERM menyediakan kerangka kerja yang sistematis untuk mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam seluruh aspek organisasi, mulai dari penetapan strategi hingga operasional harian. Ketika risiko dikelola dengan baik, probabilitas terjadinya kerugian dapat diminimalkan, peluang dapat dimaksimalkan, dan reputasi perusahaan dapat terjaga. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang merupakan inti dari prinsip-prinsip GCG, sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi BUMN.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai urgensi dan implementasi Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam kerangka GCG BUMN. Kita akan mendalami definisi komprehensif dari konsep-konsep kunci, peran dan pentingnya pelatihan ini, materi yang tercakup, serta tujuan dan manfaat yang diharapkan. Diharapkan, pemahaman yang mendalam mengenai Bimtek Pengelolaan Risiko ERM ini dapat mendorong BUMN untuk terus berinovasi dalam mengelola risiko, memperkuat tata kelola perusahaan, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan nasional. Pentingnya Bimtek Pengelolaan Risiko ERM adalah untuk memastikan keberlanjutan dan kinerja optimal BUMN di tengah dinamika bisnis yang terus berubah.


Definisi Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM merujuk pada kegiatan bimbingan teknis yang dirancang khusus untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi individu dalam menerapkan prinsip-prinsip Enterprise Risk Management (ERM). ERM sendiri adalah pendekatan yang terintegrasi dan sistematis untuk mengelola risiko di seluruh tingkatan organisasi. Ini bukan hanya tentang identifikasi dan mitigasi risiko negatif, tetapi juga tentang pengenalan dan pemanfaatan peluang yang mungkin timbul dari ketidakpastian. Dalam konteks BUMN, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM menjadi sangat vital untuk menciptakan kerangka kerja risiko yang kohesif dan efektif.

Definisi Bimtek Pengelolaan Risiko ERM juga mencakup proses edukasi dan pelatihan yang menyeluruh, dimulai dari pemahaman dasar tentang konsep risiko hingga implementasi praktis kerangka ERM dalam operasional sehari-hari. Peserta akan diajak untuk memahami berbagai kategori risiko, mulai dari risiko operasional, keuangan, strategis, hingga risiko kepatuhan. Penekanan diberikan pada bagaimana risiko-risiko ini saling berinteraksi dan dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Fokus utama Bimtek Pengelolaan Risiko ERM adalah pada pengembangan kapabilitas internal BUMN.

Lebih lanjut, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk membangun budaya sadar risiko di dalam organisasi. Ini berarti bahwa setiap individu, dari jajaran manajemen puncak hingga karyawan operasional, harus memahami peran mereka dalam pengelolaan risiko dan bertanggung jawab atas implementasi kebijakan risiko. Dengan demikian, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM tidak hanya berbicara tentang proses dan alat, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan perilaku yang mendukung lingkungan yang tanggap terhadap risiko. Adopsi menyeluruh dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM sangat penting.

Secara esensial, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM adalah investasi dalam sumber daya manusia BUMN untuk memastikan bahwa mereka memiliki keahlian yang memadai dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, memperlakukan, memantau, dan mengkomunikasikan risiko secara efektif. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi aset, menjaga reputasi, dan mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan dalam jangka panjang. Pelatihan ini juga dirancang untuk memastikan bahwa sistem Bimtek Pengelolaan Risiko ERM selaras dengan praktik GCG terbaik.


Peran dan Pentingnya Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

  1. Meningkatkan Pemahaman dan Kesadaran Risiko: Bimtek Pengelolaan Risiko ERM berperan penting dalam menyebarkan pemahaman yang seragam dan komprehensif mengenai konsep risiko di seluruh jajaran BUMN. Seringkali, pemahaman tentang risiko masih terfragmentasi, dengan setiap departemen memiliki persepsi yang berbeda. Pelatihan ini menyatukan pemahaman tersebut, memastikan bahwa semua pihak memiliki pandangan yang sama tentang apa itu risiko, bagaimana mengidentifikasinya, dan mengapa pengelolaan risiko itu penting. Kesadaran yang tinggi terhadap risiko menjadi fondasi utama bagi implementasi ERM yang sukses.
  2. Membangun Kompetensi Profesional dalam Pengelolaan Risiko: Melalui Bimtek Pengelolaan Risiko ERM, para profesional BUMN akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk mengimplementasikan kerangka ERM. Ini mencakup teknik identifikasi risiko, metode penilaian risiko kualitatif dan kuantitatif, strategi mitigasi yang efektif, serta alat dan teknik pelaporan risiko. Kompetensi ini sangat vital untuk memastikan bahwa proses pengelolaan risiko tidak hanya teoritis tetapi juga dapat diterapkan secara efektif dalam operasional sehari-hari. Dengan demikian, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM berkontribusi langsung pada peningkatan kapabilitas individu.
  3. Mendukung Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG): Bimtek Pengelolaan Risiko ERM merupakan elemen kunci dalam memperkuat GCG di BUMN. GCG menuntut transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada informasi yang akurat. Dengan kerangka ERM yang kuat, manajemen memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap risiko yang dihadapi perusahaan, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan bertanggung jawab. Ini secara langsung meningkatkan kualitas tata kelola dan kepercayaan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM adalah jembatan menuju GCG yang lebih kokoh.
  4. Meningkatkan Kemampuan Pengambilan Keputusan Strategis: Dengan pemahaman yang mendalam tentang risiko dan peluang melalui Bimtek Pengelolaan Risiko ERM, manajemen BUMN dapat mengambil keputusan strategis yang lebih informatif dan berbasis risiko. Mereka dapat mempertimbangkan potensi dampak risiko terhadap pencapaian tujuan strategis dan merancang rencana kontingensi yang sesuai. Ini membantu perusahaan untuk lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis dan meminimalkan potensi kerugian tak terduga. Kemampuan ini menjadi kunci sukses dalam lingkungan bisnis yang volatil.
  5. Mengoptimalkan Alokasi Sumber Daya: Bimtek Pengelolaan Risiko ERM membantu BUMN untuk mengidentifikasi risiko-risiko paling signifikan yang memerlukan perhatian dan sumber daya yang lebih besar. Dengan demikian, perusahaan dapat mengalokasikan sumber dayanya secara lebih efisien dan efektif untuk mengelola risiko-risiko tersebut, daripada menyebar sumber daya secara merata tanpa fokus. Ini menghindari pemborosan dan memastikan bahwa investasi dalam pengelolaan risiko memberikan nilai tambah yang maksimal. Efisiensi alokasi ini penting bagi Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  6. Memperkuat Reputasi dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan: Organisasi yang secara proaktif mengelola risikonya cenderung memiliki reputasi yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan yang lebih tinggi dari pemangku kepentingan, termasuk investor, regulator, dan masyarakat. Bimtek Pengelolaan Risiko ERM membantu BUMN untuk menunjukkan komitmennya terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat menarik investasi dan memperkuat posisi mereka di pasar. Reputasi yang baik adalah aset tak ternilai.
  7. Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Regulasi: Industri-industri yang beroperasi di Indonesia semakin diatur dengan ketat, terutama bagi BUMN. Bimtek Pengelolaan Risiko ERM memastikan bahwa BUMN memiliki pemahaman yang kuat tentang persyaratan regulasi terkait risiko dan mampu membangun sistem yang memastikan kepatuhan. Ini membantu menghindari denda, sanksi, dan potensi kerugian reputasi akibat ketidakpatuhan. Kepatuhan adalah bagian tak terpisahkan dari GCG yang baik dan hasil penting dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  8. Mendorong Budaya Peningkatan Berkelanjutan: Dengan sistem Bimtek Pengelolaan Risiko ERM yang terstruktur, BUMN dapat secara terus-menerus memantau dan mengevaluasi efektivitas strategi pengelolaan risiko mereka. Hal ini memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki dan mengimplementasikan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan risiko dari waktu ke waktu. Ini adalah siklus perbaikan berkelanjutan yang mendorong inovasi.
  9. Mengidentifikasi dan Memanfaatkan Peluang: Selain memitigasi ancaman, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM juga mengajarkan bagaimana mengidentifikasi peluang yang mungkin tersembunyi di balik ketidakpastian. Dengan menganalisis risiko dari berbagai perspektif, perusahaan dapat menemukan inovasi baru, pasar baru, atau model bisnis baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan profitabilitas. Pendekatan proaktif ini menjadi salah satu keunggulan Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  10. Menurunkan Volatilitas Kinerja dan Melindungi Nilai Perusahaan: Dengan mengelola risiko secara efektif, BUMN dapat mengurangi fluktuasi kinerja yang disebabkan oleh peristiwa tak terduga. Ini membantu menjaga stabilitas keuangan dan operasional, serta melindungi nilai perusahaan dari potensi kerugian yang signifikan. Stabilitas ini sangat penting bagi BUMN sebagai entitas strategis negara.

Materi Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

  1. Pengantar Enterprise Risk Management (ERM) dan Konsep Dasar Risiko: Materi ini akan membahas definisi komprehensif ERM, pentingnya penerapannya di BUMN, dan hubungannya dengan GCG. Peserta akan diperkenalkan pada berbagai kategori risiko seperti risiko strategis, operasional, keuangan, kepatuhan, dan lingkungan. Pemahaman mendalam tentang konsep dasar risiko, termasuk ketidakpastian, potensi dampak, dan probabilitas, juga akan menjadi fokus utama. Bagian ini juga akan membahas kerangka kerja ERM internasional seperti COSO ERM dan ISO 31000. Pentingnya pemahaman Bimtek Pengelolaan Risiko ERM akan ditekankan di awal.
  2. Identifikasi Risiko dan Analisis Lingkungan Bisnis: Bagian ini mengajarkan teknik-teknik sistematis untuk mengidentifikasi risiko yang relevan dengan BUMN, baik risiko internal maupun eksternal. Metode seperti brainstorming, wawancara, analisis SWOT, PESTLE, dan failure mode and effects analysis (FMEA) akan dibahas. Peserta akan dilatih untuk memetakan risiko ke dalam proses bisnis dan tujuan strategis organisasi. Kemampuan untuk menganalisis lingkungan bisnis secara mendalam adalah kunci keberhasilan dalam Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  3. Penilaian Risiko (Risk Assessment): Kualitatif dan Kuantitatif: Materi ini mencakup metode untuk menilai tingkat keparahan risiko, baik secara kualitatif (misalnya, matriks risiko dampak-probabilitas) maupun kuantitatif (misalnya, nilai kerugian yang diharapkan). Peserta akan belajar bagaimana menetapkan kriteria penilaian risiko yang objektif dan konsisten. Teknik-teknik statistik sederhana untuk menghitung eksposur risiko juga akan diperkenalkan. Tujuan dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM ini adalah untuk memberikan alat yang presisi.
  4. Strategi Penanganan Risiko (Risk Treatment): Setelah risiko diidentifikasi dan dinilai, langkah selanjutnya adalah menentukan strategi penanganan yang tepat. Materi ini akan membahas empat strategi utama: penghindaran risiko (avoidance), mitigasi risiko (mitigation), transfer risiko (transfer), dan penerimaan risiko (acceptance). Setiap strategi akan dijelaskan secara rinci dengan contoh implementasi yang relevan untuk BUMN. Pemilihan strategi yang tepat adalah aspek kritis dalam Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  5. Pengembangan Kerangka Kerja ERM dan Kebijakan Risiko: Bagian ini fokus pada perancangan dan implementasi kerangka kerja ERM yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik BUMN. Ini meliputi pembentukan tim manajemen risiko, penyusunan kebijakan dan prosedur pengelolaan risiko, serta penetapan akuntabilitas dan tanggung jawab di seluruh tingkatan organisasi. Peserta akan dibimbing dalam menyusun dokumen-dokumen penting terkait ERM. Proses ini adalah esensi dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  6. Implementasi Pengelolaan Risiko dalam Proses Bisnis: Materi ini menekankan integrasi pengelolaan risiko ke dalam operasional sehari-hari BUMN. Contoh kasus nyata akan digunakan untuk menunjukkan bagaimana risiko dapat diidentifikasi dan dikelola dalam fungsi-fungsi seperti pengadaan, produksi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Pembahasan akan mencakup bagaimana mengintegrasikan ERM ke dalam perencanaan strategis dan proses pengambilan keputusan. Ini adalah aspek praktis dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  7. Pemantauan dan Pelaporan Risiko (Risk Monitoring and Reporting): Bagian ini membahas pentingnya pemantauan risiko secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas strategi penanganan. Peserta akan belajar tentang indikator risiko kunci (KRI), alat pelaporan risiko, dan mekanisme komunikasi risiko kepada manajemen puncak dan dewan direksi. Fokus juga akan diberikan pada pengembangan sistem pelaporan yang transparan dan akuntabel. Pemantauan adalah siklus berkelanjutan dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM.
  8. Peran Auditor Internal dan Komite Audit dalam ERM: Materi ini akan menjelaskan peran krusial auditor internal dan komite audit dalam memastikan efektivitas kerangka ERM. Pembahasan meliputi bagaimana auditor dapat mengevaluasi proses pengelolaan risiko, memberikan rekomendasi perbaikan, dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan. Kolaborasi antara fungsi-fungsi ini sangat penting untuk GCG.
  9. Studi Kasus dan Best Practices Pengelolaan Risiko ERM di BUMN: Peserta akan diajak untuk menganalisis studi kasus nyata dari BUMN atau perusahaan sejenis yang telah sukses mengimplementasikan ERM. Pembelajaran dari keberhasilan dan kegagalan akan dibahas, serta identifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ini memberikan wawasan praktis yang berharga dan relevan.
  10. Penggunaan Teknologi dalam Pengelolaan Risiko: Bagian terakhir ini akan memperkenalkan berbagai solusi teknologi, seperti risk management information systems (RMIS) dan governance, risk, and compliance (GRC) software, yang dapat membantu BUMN dalam mengelola risiko secara lebih efisien dan efektif. Pembahasan meliputi bagaimana teknologi dapat mendukung identifikasi, penilaian, pemantauan, dan pelaporan risiko.

Tujuan dan Manfaat Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

Tujuan Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

  1. Meningkatkan Pemahaman Komprehensif tentang ERM: Tujuan utama Bimtek Pengelolaan Risiko ERM adalah memberikan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh kepada peserta mengenai konsep Enterprise Risk Management, mulai dari definisi dasar hingga implementasi praktisnya dalam konteks BUMN. Pemahaman ini mencakup identifikasi berbagai jenis risiko, metode penilaian, strategi penanganan, serta pentingnya integrasi ERM dengan tujuan strategis organisasi. Peserta diharapkan dapat menginternalisasi prinsip-prinsip ERM untuk diterapkan secara holistik.
  2. Membangun Kapasitas Internal dalam Mengelola Risiko: Bimtek Pengelolaan Risiko ERM bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dan alat yang diperlukan untuk mengelola risiko secara efektif. Ini termasuk kemampuan untuk melakukan identifikasi risiko, penilaian, pengembangan rencana mitigasi, dan pemantauan berkelanjutan. Dengan demikian, BUMN akan memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan risiko di masa depan, mengurangi ketergantungan pada konsultan eksternal.
  3. Mendukung Implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang Kuat: Salah satu tujuan krusial Bimtek Pengelolaan Risiko ERM adalah memperkuat kerangka GCG di BUMN. Dengan mengintegrasikan ERM ke dalam tata kelola perusahaan, BUMN dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional. Pengambilan keputusan akan lebih berbasis risiko, memastikan bahwa setiap langkah strategis sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan melindungi nilai pemegang saham.
  4. Mendorong Budaya Sadar Risiko di Seluruh Organisasi: Bimtek Pengelolaan Risiko ERM bertujuan untuk menumbuhkan budaya organisasi di mana setiap individu, dari manajemen puncak hingga staf operasional, memahami dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko. Ini berarti bahwa kesadaran akan risiko menjadi bagian integral dari setiap keputusan dan tindakan, menciptakan lingkungan di mana risiko diantisipasi dan dikelola secara proaktif.
  5. Meningkatkan Resiliensi dan Keberlanjutan BUMN: Dengan pengelolaan risiko yang efektif, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM bertujuan untuk meningkatkan ketahanan BUMN terhadap berbagai guncangan eksternal maupun internal. Ini membantu perusahaan untuk tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar, memastikan keberlanjutan operasional dan pencapaian tujuan jangka panjang. BUMN yang resilient akan lebih mampu beradaptasi dan berkembang.

Manfaat Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

  1. Peningkatan Efisiensi Operasional: Dengan mengidentifikasi dan memitigasi risiko operasional secara proaktif, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM akan membantu BUMN mengurangi insiden kegagalan, downtime, dan pemborosan sumber daya. Hal ini akan menghasilkan peningkatan efisiensi dalam seluruh proses bisnis, dari produksi hingga distribusi, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas perusahaan.
  2. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Pemahaman mendalam tentang risiko dan peluang yang diperoleh dari Bimtek Pengelolaan Risiko ERM memungkinkan manajemen BUMN untuk membuat keputusan yang lebih informasi dan strategis. Keputusan tidak lagi didasarkan pada asumsi, melainkan pada analisis risiko yang cermat, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan dan meningkatkan peluang keberhasilan proyek serta inisiatif.
  3. Penguatan Reputasi dan Kepercayaan Publik: BUMN yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan risiko dan GCG melalui Bimtek Pengelolaan Risiko ERM akan membangun reputasi yang solid di mata pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, investor, mitra bisnis, dan masyarakat luas. Reputasi yang baik akan menarik investasi, mempermudah kemitraan strategis, dan meningkatkan kepercayaan publik.
  4. Kepatuhan Terhadap Regulasi dan Standar Industri: Bimtek Pengelolaan Risiko ERM akan memastikan bahwa BUMN memahami dan mematuhi semua regulasi dan standar terkait pengelolaan risiko yang berlaku. Ini akan mengurangi risiko denda, sanksi hukum, dan kerugian finansial yang dapat timbul dari ketidakpatuhan, serta meningkatkan integritas operasional perusahaan.
  5. Perlindungan Nilai Perusahaan dan Aset: Melalui Bimtek Pengelolaan Risiko ERM, BUMN akan lebih mampu melindungi aset fisik, finansial, dan reputasi dari berbagai ancaman. Ini termasuk perlindungan terhadap kerugian finansial akibat fraud, bencana alam, atau kegagalan sistem, yang pada akhirnya akan menjaga dan bahkan meningkatkan nilai perusahaan bagi para pemegang saham.
  6. Peluang Inovasi dan Pertumbuhan: Bimtek Pengelolaan Risiko ERM tidak hanya fokus pada mitigasi ancaman, tetapi juga membantu BUMN mengidentifikasi peluang tersembunyi di balik risiko. Dengan analisis yang cermat, risiko dapat diubah menjadi katalisator untuk inovasi, pengembangan produk atau layanan baru, dan ekspansi pasar, sehingga mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
  7. Peningkatan Kemampuan Adaptasi: Lingkungan bisnis terus berubah. Bimtek Pengelolaan Risiko ERM membekali BUMN dengan kemampuan untuk secara cepat mengidentifikasi dan merespons perubahan, baik itu berupa ancaman baru maupun peluang yang muncul. Ini meningkatkan adaptabilitas organisasi dan memungkinkannya untuk tetap kompetitif di pasar yang dinamis.
  8. Peningkatan Produktivitas Karyawan: Ketika karyawan merasa bahwa risiko dikelola dengan baik dan lingkungan kerja aman, tingkat stres dan kekhawatiran mereka akan berkurang. Ini dapat meningkatkan moral dan fokus pada tugas-tugas inti, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan produktivitas secara keseluruhan.
  9. Pengurangan Biaya Asuransi dan Kerugian: Dengan implementasi Bimtek Pengelolaan Risiko ERM yang efektif, BUMN dapat menunjukkan kepada perusahaan asuransi bahwa mereka memiliki kontrol risiko yang baik. Hal ini berpotensi menurunkan premi asuransi dan mengurangi biaya yang terkait dengan klaim kerugian, memberikan dampak positif pada laporan keuangan.
  10. Peningkatan Keunggulan Kompetitif: BUMN yang memiliki kerangka ERM yang matang dan budaya sadar risiko akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Mereka akan lebih cepat dalam merespons perubahan pasar, lebih inovatif, dan lebih dipercaya oleh pemangku kepentingan, membedakan mereka dari pesaing.

Kesimpulan Bimtek Pengelolaan Risiko ERM

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM bukan hanya sekadar program pelatihan tambahan, melainkan sebuah investasi krusial bagi keberlanjutan dan pertumbuhan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan tuntutan akan tata kelola perusahaan yang semakin transparan, kemampuan untuk mengelola risiko secara efektif telah menjadi prasyarat mutlak. Dengan demikian, Bimtek Pengelolaan Risiko ERM ini menjadi jembatan yang menghubungkan BUMN dengan praktik terbaik dalam manajemen risiko, memastikan bahwa setiap keputusan strategis dan operasional diambil dengan perhitungan yang matang dan didukung oleh pemahaman risiko yang komprehensif. Pentingnya Bimtek Pengelolaan Risiko ERM tak dapat disangkal lagi untuk masa depan BUMN yang lebih tangguh.

Pentingnya Bimtek Pengelolaan Risiko ERM tidak hanya terletak pada pemenuhan kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang. Melalui pelatihan ini, BUMN dibekali untuk tidak hanya memitigasi potensi kerugian, melainkan juga untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang tersembunyi di balik setiap ketidakpastian. Dengan kerangka kerja Enterprise Risk Management yang kuat, BUMN dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat reputasi, menarik investasi, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan nasional. Ini adalah langkah proaktif menuju masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Kami dari Pusat Edukasi Indonesia mengajak seluruh jajaran BUMN untuk secara aktif berpartisipasi dalam Bimtek Pengelolaan Risiko ERM ini. Jangan biarkan perusahaan Anda tertinggal dalam adaptasi terhadap perubahan dan pengelolaan risiko yang semakin kompleks. Ambil bagian dalam Bimtek Pengelolaan Risiko ERM ini, bekali diri Anda dan tim dengan pengetahuan terkini, serta jadikan pengelolaan risiko sebagai budaya yang melekat di setiap aspek organisasi. Dengan demikian, BUMN kita akan semakin tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di kancah global, sembari tetap memegang teguh prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Mari bersama-sama wujudkan BUMN yang lebih kuat dan berdaya saing melalui Bimtek Pengelolaan Risiko ERM yang komprehensif!

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Kontak Person Pendaftaran Bimtek Pelatihan Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Bimtek Pengelolaan Risiko ERM dalam Kerangka GCG BUMN

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)