Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2025 menghadirkan panduan komprehensif bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam merancang anggaran yang transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja. Dengan materi lengkap mulai dari persiapan, pengelolaan keuangan, hingga implementasi teknologi seperti SIPD dan e-Budgeting, bimtek ini memperkuat kapasitas aparatur untuk menyusun APBD yang efektif dan sesuai regulasi terkini. Program ini juga mendukung optimalisasi anggaran demi pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan daerah berkelanjutan.

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

324 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penting dalam menciptakan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik. Salah satu instrumen utama dalam menjalankan tugas tersebut adalah melalui penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk memastikan bahwa penyusunan APBD dilakukan secara tepat dan sesuai regulasi, diperlukan adanya Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025, yang kemudian disosialisasikan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD: Pengertian dan Tujuan Penyusunan APBD

APBD merupakan dokumen keuangan tahunan yang disusun oleh pemerintah daerah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Fungsi utama dari APBD adalah sebagai alat perencanaan, penganggaran, dan pengawasan keuangan daerah. Selain itu, APBD juga menjadi alat ukur keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah.

Tujuan penyusunan APBD antara lain:

  • Mengatur penerimaan dan pengeluaran daerah secara efisien dan efektif

  • Mendukung pencapaian prioritas pembangunan daerah

  • Memastikan keberlanjutan fiskal daerah

  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik

  • Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)

Dengan demikian, APBD tidak sekadar dokumen anggaran, tetapi menjadi alat strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran Strategis Pedoman Penyusunan APBD

Pedoman penyusunan APBD merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat—biasanya melalui Kementerian Dalam Negeri—sebagai acuan teknis bagi seluruh pemerintah daerah dalam menyusun APBD. Pedoman ini bersifat dinamis, disesuaikan dengan arah kebijakan fiskal nasional, kondisi sosial ekonomi, dan regulasi terbaru.

Untuk Tahun Anggaran 2025, pedoman ini telah diselaraskan dengan berbagai kebijakan nasional seperti:

  • Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025

  • Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal

  • Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2023 tentang perubahan atas Perpres Nomor 33 Tahun 2020 mengenai Standar Harga Satuan Regional (SHSR)

Dengan adanya pedoman ini, diharapkan seluruh daerah dapat menyusun APBD yang terarah, terukur, akuntabel, dan sesuai kerangka regulasi nasional.

Materi Bimtek Penyusunan APBD Tahun 2025

Guna mendukung pemahaman dan keterampilan teknis aparatur daerah dalam menyusun APBD yang baik, maka diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan kapasitas SDM dalam menyusun anggaran berbasis kinerja.

Berikut adalah materi utama dalam bimtek APBD 2025:

1. Persiapan Penyusunan APBD Tahun 2025

  • Evaluasi realisasi APBD tahun sebelumnya

  • Analisis potensi pendapatan asli daerah (PAD)

  • Penyesuaian terhadap arah kebijakan nasional

  • Koordinasi antar perangkat daerah dalam penyusunan RKPD

2. Pokok-Pokok Kebijakan APBD 2025

  • Sinkronisasi dengan prioritas nasional dan provinsi

  • Percepatan pencapaian target pembangunan daerah

  • Pendekatan anggaran berbasis kinerja (performance based budgeting)

3. Pengelolaan Keuangan Daerah

  • Prinsip transparansi dan akuntabilitas

  • Optimalisasi penerimaan daerah melalui PAD

  • Pengendalian belanja daerah dan efisiensi anggaran

4. Tahapan Proses Penyusunan dan Pembahasan APBD

  • Musrenbang sebagai dasar penyusunan rencana kerja pemerintah daerah

  • Penyusunan KUA dan PPAS

  • Proses pembahasan antara eksekutif dan legislatif

  • Pengesahan APBD menjadi Peraturan Daerah

5. Panduan Praktis Penyusunan Anggaran

  • Teknik penyusunan anggaran berbasis program dan kegiatan

  • Penetapan indikator kinerja utama (IKU)

  • Pengalokasian sumber daya sesuai prioritas

6. Aspek Teknis dan Digitalisasi APBD

  • Pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)

  • Integrasi dengan e-Budgeting dan e-Procurement

  • Penerapan standar harga satuan regional (SHSR) secara digital

Peran DPRD dalam Proses Penyusunan APBD

Sebagai unsur legislatif, DPRD memiliki tiga fungsi utama dalam penyusunan APBD, yaitu:

  1. Legislasi: Membentuk peraturan daerah termasuk Perda tentang APBD

  2. Anggaran: Bersama pemerintah daerah menyusun, membahas, dan menetapkan APBD

  3. Pengawasan: Mengawasi pelaksanaan APBD serta mengevaluasi laporan pertanggungjawaban

DPRD juga memiliki kewajiban untuk meningkatkan pemahaman terhadap regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, agar pengawasan berjalan optimal.

Implementasi Anggaran Berbasis Kinerja

Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam penguatan penganggaran berbasis kinerja, yang menitikberatkan pada capaian hasil, bukan sekadar output. Hal ini menuntut:

  • Perencanaan yang fokus pada outcome

  • Indikator kinerja yang jelas dan terukur

  • Pelaporan keuangan yang berbasis pada capaian

Dengan penguatan sistem ini, maka kinerja pemerintahan daerah akan dapat diukur secara objektif berdasarkan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LKPD) dan audit oleh BPK.

Dampak Positif Penyusunan APBD yang Berkualitas

Jika APBD disusun dengan baik, maka manfaat yang dapat dirasakan antara lain:

  • Peningkatan pelayanan publik

  • Pemerataan pembangunan daerah

  • Optimalisasi sumber daya keuangan daerah

  • Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah

Penyusunan APBD yang tepat sasaran akan mempercepat pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) tingkat lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kesimpulan

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025 merupakan langkah strategis dalam memastikan bahwa pemerintah daerah mampu menyusun APBD secara tepat, transparan, dan akuntabel. Dengan mengacu pada pedoman terbaru dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi seperti SIPD, e-budgeting, dan e-procurement, penyusunan APBD dapat berjalan lebih efisien dan efektif.

Melalui peran aktif legislatif dan eksekutif, serta dukungan dari aparatur teknis, diharapkan proses penyusunan APBD tahun 2025 dapat menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat otonomi daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Metode Bimtek Pedoman Penyusunan APBD

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Pedoman Penyusunan APBD:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Pedoman Penyusunan APBD

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Pedoman Penyusunan APBD

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Pedoman Penyusunan APBD:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Pelatihan Pedoman Penyusunan APBD

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Bimtek Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran Terkini 2025

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)