Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS 2025 adalah pelatihan strategis yang membekali aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan dengan keterampilan teknologi GIS untuk mengelola risiko bencana secara efektif dan terintegrasi. Dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana, bimtek ini sangat penting untuk memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Melalui pemahaman dan aplikasi ArcGIS, peserta dapat meningkatkan kemampuan analisis risiko dan memetakan wilayah rawan secara akurat, sehingga berkontribusi pada sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan berkelanjutan.

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

365 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, secara geografis menjadi kawasan yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam. Gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor adalah peristiwa yang kerap terjadi dan memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat serta pembangunan nasional. Situasi ini menuntut penguatan sistem manajemen risiko bencana yang tidak hanya responsif tetapi juga proaktif dan terintegrasi.

Dalam menangani risiko bencana tersebut, teknologi informasi serta pengelolaan data spasial menjadi aspek krusial untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. ArcGIS sebagai salah satu aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) terkemuka dapat menyediakan solusi teknologi yang mumpuni untuk mendukung manajemen risiko, mulai dari pemetaan, pemodelan, hingga monitoring risiko bencana secara real-time.

Pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) manajemen risiko bencana yang memanfaatkan ArcGIS pada tahun 2025 hadir sebagai kebutuhan strategis bagi aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi modern agar mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.

Keberhasilan pengelolaan risiko bencana yang berbasis teknologi GIS tidak hanya akan memperkuat ketangguhan negara dan masyarakat dalam menghadapi bencana, melainkan juga mendukung pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Oleh sebab itu, pelaksanaan Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, dan komunitas dalam membangun sistem manajemen risiko bencana yang tangguh dan berkelanjutan.

Pengertian Manajemen Risiko Bencana dan Perangkat Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Manajemen risiko bencana adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menganalisis, memitigasi, dan mengendalikan risiko yang berpotensi menimbulkan bencana serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Proses ini mencakup empat tahapan utama, yaitu mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Setiap tahap saling berkaitan dan membutuhkan koordinasi antar berbagai pihak dalam pemerintah dan masyarakat.

Perangkat desa sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah memiliki peran strategis dalam penerapan manajemen risiko bencana. Mereka bertugas untuk menjalankan kebijakan desa, mengorganisasi masyarakat, serta berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya dan informasi terkait bencana. Keberadaan perangkat desa yang mampu memahami dan mengimplementasikan manajemen risiko bencana akan meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana di wilayah desa.

Penyelenggaraan pemerintahan desa sendiri mengacu pada pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dalam konteks bencana, penyelenggaraan ini harus berorientasi pada perlindungan warga dan pengurangan risiko yang ada melalui rencana kontinjensi yang matang serta sistem informasi yang handal.

Penguatan kapasitas perangkat desa melalui pelatihan teknis seperti bimtek manajemen risiko bencana merupakan langkah strategis agar desa mampu merespons secara cepat dan tepat apabila terjadi bencana, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara berkelanjutan. Dengan demikian, keberlanjutan pembangunan dan keselamatan masyarakat desa dapat terjaga dengan baik.

Peran dan Pentingnya Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS

Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS 2025 memainkan peran sangat penting dalam membekali aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan dengan pengetahuan serta keterampilan praktis penggunaan teknologi SIG dalam konteks manajemen risiko bencana. Peran utama bimtek ini meliputi:

  1. Peningkatan Kapasitas Teknologi
    Bimtek memberikan pelatihan intensif tentang penggunaan ArcGIS, termasuk pengumpulan data, analisis spasial, pemodelan risiko, hingga pemetaan risiko bencana. Hal ini meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam memanfaatkan data spasial untuk pengambilan keputusan berbasis bukti.

  2. Integrasi Data dan Informasi
    Dalam manajemen risiko bencana, data yang akurat dan real-time sangat dibutuhkan. Bimtek memfasilitasi pemahaman bagaimana mengintegrasikan berbagai jenis data, mulai dari data topografi, cuaca, karakteristik penduduk, hingga infrastruktur vital, sehingga menghasilkan gambaran risiko yang komprehensif.

  3. Optimalisasi Sistem Peringatan Dini dan Tanggap Darurat
    Penggunaan ArcGIS juga membantu dalam operasionalisasi sistem peringatan dini (early warning system) dan koordinasi penanganan darurat dengan visualisasi peta risiko yang mudah dipahami oleh berbagai pihak.

  4. Mendorong Sinergi dan Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
    Bimtek ini juga menyatukan berbagai stakeholder terkait, mulai pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat, sehingga terbangun komunikasi dan kolaborasi yang efektif dalam mengelola risiko bencana secara terpadu.

  5. Penguatan Tata Kelola Penanggulangan Bencana
    Dengan kemampuan teknis yang meningkat, penyelenggara pemerintahan dapat menjalankan manajemen risiko bencana sesuai dengan regulasi yang berlaku dan standar terbaik, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Materi Bimtek yang Terperinci dan Sistematis

Materi yang disampaikan dalam Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS 2025 disusun secara sistematis dan komprehensif, mencakup aspek teori hingga praktik aplikasi teknologi. Berikut adalah rincian materinya:

1. Pengantar Manajemen Risiko Bencana

Penjelasan mendalam mengenai konsep dasar manajemen risiko bencana, definisi risiko, jenis-jenis bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, serta urgensi penerapan teknologi GIS dalam mengurangi dampak risiko.

2. Pengumpulan Data Risiko Bencana

Metode dan teknik pengumpulan data spasial dan non-spasial, termasuk data geofisika, hidrologi, demografi, serta sumber data lainnya yang relevan untuk analisis risiko bencana.

3. Analisis Risiko Bencana dengan ArcGIS

Tutorial penggunaan ArcGIS untuk mengolah data dalam berbagai format, melakukan overlay peta tematik, analisis hotspot, dan skenario risiko berdasarkan variabel seperti kepadatan penduduk, elevasi, dan pola cuaca.

4. Pemodelan dan Pemetaan Bencana

Pembuatan model risiko dengan pendekatan spasial, pemetaan wilayah rawan bencana, serta simulasi dampak berdasarkan berbagai skenario bencana potensial.

5. Perencanaan Mitigasi

Penggunaan ArcGIS untuk merancang langkah mitigasi, termasuk penentuan lokasi aman, jalur evakuasi, pembagian zona risiko, dan inventarisasi infrastruktur kritis yang harus dilindungi.

6. Pemantauan dan Tanggap Darurat

Integrasi data real-time seperti sensor, citra satelit, dan laporan lapangan untuk monitoring perkembangan bencana serta pengambilan keputusan cepat selama keadaan darurat.

7. Pemulihan Pasca Bencana

Metode pemetaan kerusakan, evaluasi dampak sosial dan ekonomi, serta perencanaan rekonstruksi berbasis data spasial untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.

8. Pemanfaatan Teknologi Pemetaan Terkini

Pengenalan terhadap teknologi canggih seperti penginderaan jauh, drone, dan sensor yang mendukung pengumpulan data dan analisis dalam manajemen risiko bencana.

9. Studi Kasus

Pemaparan kasus-kasus sukses implementasi ArcGIS dalam manajemen risiko bencana di berbagai daerah, untuk memperkaya wawasan dan inspirasi peserta.

Tujuan dan Manfaat Bimtek

Tujuan utama Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS 2025 adalah untuk membangun kapasitas sumber daya manusia yang mampu mengelola risiko bencana dengan pendekatan teknologi terkini secara komprehensif. Berikut uraian tujuan dan manfaatnya:

Tujuan

  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan dalam penggunaan ArcGIS untuk manajemen risiko bencana.

  • Menguatkan koordinasi dan sinergi antar berbagai lembaga dalam rangka pengurangan risiko dan penanganan bencana.

  • Mendorong implementasi kebijakan penanggulangan bencana berbasis data dan pemetaan yang akurat.

  • Membantu terciptanya sistem manajemen risiko bencana yang responsif dan adaptif terhadap dinamika risiko di Indonesia.

Manfaat

  • Aparatur pemerintah lebih siap dan cakap dalam menghadapi risiko bencana dengan dukungan teknologi GIS.

  • Penyusunan strategi mitigasi dan penanggulangan lebih efektif karena didasarkan pada analisis spasial yang valid.

  • Peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana melalui informasi yang transparan dan mudah diakses.

  • Pengurangan dampak bencana terhadap kehidupan, harta

  • Pengurangan dampak bencana terhadap kehidupan, harta benda, dan lingkungan, sehingga mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi pascabencana.
  • Pengembangan kapasitas lokal yang berkelanjutan, karena peserta bimtek diharapkan dapat mentransfer ilmu kepada rekan sejawat dan masyarakat di wilayahnya masing-masing.

  • Peningkatan tata kelola pemerintahan desa dan daerah dalam manajemen risiko bencana yang berbasis data dan teknologi, selaras dengan regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

  • Peningkatan kualitas pelayanan publik terutama dalam hal keselamatan dan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.

Dengan manfaat dan tujuan tersebut, Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS menjadi investasi sumber daya manusia yang strategis, memastikan kesiapan Indonesia dalam menghadapi risiko bencana alam yang terus berkembang seiring perubahan iklim dan dinamika sosial.

Kesimpulan

Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS Terkini 2025 merupakan sebuah langkah strategis yang tak terelakkan bagi Indonesia yang menghadapi risiko bencana tinggi akibat letak geografisnya. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) yang canggih untuk mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.

Keberhasilan manajemen risiko bencana sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan teknologi informasi yang digunakan. Oleh sebab itu, melalui bimtek ini, aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengelola data spasial secara profesional, melakukan analisis risiko secara akurat, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan di semua tingkat pemerintahan.

Pelatihan ini juga membuka peluang pengembangan jaringan kerja yang lebih kokoh antara pemerintah, lembaga terkait, akademisi, dan masyarakat. Hal ini akan mempercepat terciptanya sistem manajemen risiko bencana yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Indonesia menjadi negara yang lebih tangguh terhadap bencana alam.

Mari jadikan Bimtek Manajemen Risiko Bencana melalui ArcGIS 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat ketangguhan bangsa. Dengan komitmen bersama, teknologi canggih, dan semangat kolaborasi, kita dapat mewujudkan Indonesia yang aman, mandiri, dan siap menghadapi segala risiko bencana dengan penuh keyakinan.

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Metode Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Pelatihan Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Bimtek Manajemen Risiko Bencana Melalui ArcGIS Terkini 2025

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)