Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Ikuti Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD dari Pusat Edukasi Indonesia, sesuai INPRES 1, KMK 29, dan SE Mendagri 900/833/SJ. Pelatihan ini krusial untuk mengoptimalkan anggaran, mencegah pemborosan, dan meningkatkan akuntabilitas. Segera bergabung untuk mewujudkan tata kelola keuangan negara yang lebih baik!

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

333 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ. Peningkatan efisiensi dalam pengelolaan anggaran negara menjadi keniscayaan di tengah dinamika perekonomian global dan kebutuhan domestik yang terus berkembang. Pemerintah Indonesia secara konsisten berupaya mengoptimalkan alokasi sumber daya keuangan melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Upaya ini bertujuan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional. Pelatihan teknis (Bimtek) tentang Efisiensi Belanja APBN APBD ini hadir sebagai respons konkret terhadap urgensi tersebut.

Dalam konteks manajemen keuangan negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen vital. Keduanya mencerminkan prioritas pembangunan dan komitmen pemerintah dalam melayani publik. Namun, tanpa pengelolaan yang efisien, potensi pemborosan dan ketidaktepatan sasaran dapat menghambat tercapainya tujuan tersebut. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang regulasi terkini dan strategi implementasi menjadi krusial bagi seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah telah mengeluarkan berbagai landasan hukum untuk memperkuat komitmen terhadap efisiensi belanja. Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 2025, Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025, serta Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 900/833/SJ Tahun 2025 menjadi pilar utama dalam kerangka kebijakan ini. Regulasi-regulasi ini tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menetapkan standar dan mekanisme yang harus diikuti oleh seluruh entitas pengelola anggaran.

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD ini dirancang untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Mereka akan memahami bagaimana menerapkan kebijakan efisiensi secara efektif, mengidentifikasi area pemborosan, dan mengoptimalkan penggunaan anggaran. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan APBN dan APBD di seluruh tingkatan pemerintahan dapat mencapai tingkat akuntabilitas dan transparansi yang lebih tinggi, demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berdaya guna.


Definisi Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD adalah program pelatihan komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas dan pemahaman aparatur pemerintah dalam mengelola anggaran negara dan daerah secara efektif. Pelatihan ini secara khusus menyoroti prinsip-prinsip, strategi, dan praktik terbaik dalam mengoptimalkan pengeluaran agar sesuai dengan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan. Fokus utamanya adalah meminimalkan pemborosan serta memaksimalkan dampak positif dari setiap alokasi dana.

Efisiensi belanja sendiri merujuk pada pencapaian hasil atau output yang optimal dengan input atau sumber daya yang minimal. Dalam konteks APBN dan APBD, ini berarti pemerintah harus mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, infrastruktur yang memadai, dan program pembangunan yang efektif, dengan menggunakan anggaran sehemat mungkin. Konsep ini menuntut pendekatan yang cermat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi belanja.

Pelaksanaan Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD ini secara khusus mengacu pada regulasi terbaru, yaitu INPRES Nomor 1 Tahun 2025, KMK Nomor 29 Tahun 2025, dan SE Mendagri Nomor 900/833/SJ Tahun 2025. Regulasi-regulasi ini memberikan panduan yang lebih rinci tentang bagaimana efisiensi belanja harus diimplementasikan di berbagai tingkatan pemerintahan. Oleh karena itu, materi Bimtek ini selalu diperbarui agar relevan dengan kebijakan terkini.

Secara keseluruhan, Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga peningkatan kesadaran akan pentingnya akuntabilitas fiskal. Peserta akan dibekali dengan alat dan teknik untuk menganalisis pengeluaran, mengidentifikasi inefisiensi, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan konkret. Tujuannya adalah menciptakan budaya pengelolaan anggaran yang lebih hemat, efektif, dan berorientasi pada hasil nyata.


Peran dan Pentingnya Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

  • Meningkatkan Pemahaman Regulasi Terkini: Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD berperan krusial dalam memastikan semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran memahami secara komprehensif landasan hukum terbaru. Ini mencakup INPRES Nomor 1 Tahun 2025, KMK Nomor 29 Tahun 2025, dan SE Mendagri Nomor 900/833/SJ Tahun 2025, yang merupakan pedoman utama untuk mencapai efisiensi belanja. Pemahaman yang seragam akan mencegah kesalahan interpretasi dan inkonsistensi dalam implementasi kebijakan.
  • Optimalisasi Penggunaan Anggaran: Pentingnya Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD terletak pada kemampuannya untuk membekali peserta dengan strategi dan teknik optimalisasi. Peserta akan belajar cara mengidentifikasi program atau kegiatan yang kurang efektif, menghilangkan pemborosan, dan mengalokasikan kembali sumber daya ke area yang lebih prioritas. Ini akan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan publik.
  • Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi: Pelatihan ini sangat penting untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik. Dengan memahami indikator efisiensi dan mekanisme pelaporan, peserta dapat memastikan bahwa belanja dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini akan meminimalkan praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
  • Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan: Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD berfungsi sebagai sarana pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Melalui materi yang relevan dan studi kasus praktis, peserta akan meningkatkan keterampilan analitis dan manajerial mereka dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi belanja. Ini akan menciptakan aparatur yang lebih kompeten dan profesional.
  • Mendukung Pencapaian Target Pembangunan Nasional: Efisiensi belanja APBN APBD secara langsung berkontribusi pada pencapaian target pembangunan nasional. Dengan anggaran yang dikelola secara efisien, pemerintah dapat merealisasikan lebih banyak program pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Bimtek ini memastikan bahwa setiap pengeluaran mendukung visi pembangunan jangka panjang.
  • Membangun Budaya Hemat dan Produktif: Melalui Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD, diharapkan terbangun budaya kerja yang mengedepankan efisiensi dan produktivitas di seluruh instansi pemerintah. Kesadaran akan pentingnya penghematan dan penggunaan sumber daya secara bijak akan tertanam kuat. Hal ini akan berdampak positif pada kinerja organisasi secara keseluruhan, menciptakan pemerintahan yang lebih responsif dan adaptif.
  • Mitigasi Risiko Penyalahgunaan Anggaran: Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko penyalahgunaan atau inefisiensi dalam penggunaan anggaran. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip good governance dan kontrol internal, peserta dapat mengidentifikasi potensi celah dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Ini melindungi integritas keuangan negara.
  • Peningkatan Kualitas Kebijakan Belanja: Melalui umpan balik dan hasil evaluasi yang diperoleh dari implementasi prinsip efisiensi belanja, pemerintah dapat secara berkelanjutan meningkatkan kualitas kebijakan belanjanya. Data dan pengalaman yang terkumpul akan menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan efektif di masa mendatang. Bimtek ini mendukung siklus perbaikan berkelanjutan.

Materi Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

Berikut adalah materi-materi yang komprehensif dan mendalam yang dibahas dalam Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD, memastikan peserta memperoleh pemahaman menyeluruh dan keterampilan praktis:

  • Kerangka Kebijakan Efisiensi Belanja Pemerintah: Materi ini mencakup pembahasan mendalam mengenai landasan filosofis dan kebijakan di balik upaya efisiensi belanja. Peserta akan mempelajari esensi dari INPRES Nomor 1 Tahun 2025, KMK Nomor 29 Tahun 2025, dan SE Mendagri Nomor 900/833/SJ Tahun 2025. Penekanan diberikan pada bagaimana regulasi ini membentuk kerangka kerja pengelolaan keuangan yang lebih hemat dan bertanggung jawab, serta implikasinya terhadap pelaksanaan anggaran di berbagai tingkatan.
  • Prinsip-Prinsip Dasar Efisiensi dalam Pengelolaan APBN dan APBD: Bagian ini membahas prinsip-prinsip fundamental efisiensi, termasuk nilai untuk uang (value for money), menghindari pemborosan, dan orientasi pada hasil. Peserta akan memahami bagaimana prinsip-prinsip ini harus diintegrasikan dalam setiap tahapan siklus anggaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban. Diskusi juga mencakup identifikasi praktik terbaik yang telah terbukti berhasil.
  • Identifikasi Area Potensial Inefisiensi Belanja: Materi ini fokus pada kemampuan peserta untuk menganalisis dan mengidentifikasi area-area di mana inefisiensi belanja sering terjadi. Meliputi analisis komponen biaya, identifikasi belanja yang tidak prioritas, serta evaluasi program yang tumpang tindih atau tidak efektif. Studi kasus nyata akan digunakan untuk melatih peserta dalam mengenali pola-pola pemborosan dan menemukan solusi kreatif untuk mengatasinya.
  • Teknik Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja: Peserta akan dibekali dengan teknik-teknik penyusunan perencanaan dan penganggaran yang berorientasi pada kinerja dan efisiensi. Ini mencakup metode penyusunan anggaran yang realistis, penetapan target kinerja yang terukur, dan alokasi sumber daya yang tepat sesuai dengan prioritas. Pembahasan juga meliputi konsep penganggaran berbasis nol (zero-based budgeting) dan pendekatan penganggaran lainnya yang mendukung efisiensi belanja.
  • Strategi Pengadaan Barang dan Jasa yang Efisien: Bagian ini menekankan pentingnya efisiensi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, yang seringkali menjadi salah satu pos belanja terbesar. Materi meliputi strategi negosiasi, pemilihan metode pengadaan yang tepat, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi biaya. Peserta akan belajar bagaimana memastikan proses pengadaan berjalan sesuai prinsip efisiensi dan akuntabilitas.
  • Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Efisiensi Belanja: Materi ini mengajarkan peserta bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan belanja untuk memastikan tercapainya efisiensi. Ini termasuk penetapan indikator kinerja, pengumpulan data, analisis varians, dan penyusunan laporan efisiensi. Penekanan diberikan pada penggunaan hasil evaluasi untuk perbaikan kebijakan dan pengambilan keputusan yang lebih baik di masa depan.
  • Pemanfaatan Sistem Informasi dalam Pengelolaan Keuangan Negara/Daerah: Peserta akan diperkenalkan pada berbagai sistem informasi keuangan yang mendukung efisiensi belanja, seperti sistem anggaran elektronik, sistem pengadaan elektronik, dan sistem akuntansi pemerintahan. Materi ini mencakup cara mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk meningkatkan transparansi, mempercepat proses, dan mengurangi risiko kesalahan atau penyalahgunaan.
  • Studi Kasus dan Best Practices Implementasi Efisiensi Belanja: Bagian ini menyajikan studi kasus nyata dari berbagai instansi pemerintah yang berhasil menerapkan prinsip efisiensi belanja. Peserta akan diajak untuk menganalisis keberhasilan dan tantangan yang dihadapi, serta merumuskan pelajaran yang dapat diterapkan dalam konteks pekerjaan mereka. Diskusi interaktif akan mendorong berbagi pengalaman dan praktik terbaik di antara peserta.

Tujuan dan Manfaat Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

Tujuan Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

  • Meningkatkan Pemahaman Komprehensif tentang Regulasi Terbaru: Tujuan utama Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD adalah memastikan setiap peserta memiliki pemahaman yang mendalam mengenai regulasi terbaru yang berkaitan dengan efisiensi belanja, khususnya INPRES Nomor 1 Tahun 2025, KMK Nomor 29 Tahun 2025, dan SE Mendagri Nomor 900/833/SJ Tahun 2025. Pemahaman ini sangat krusial agar implementasi kebijakan dapat berjalan seragam dan sesuai arahan pemerintah pusat.
  • Mengembangkan Keterampilan Identifikasi dan Mitigasi Inefisiensi: Bimtek ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam mengidentifikasi berbagai bentuk inefisiensi dalam pengelolaan anggaran, baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan. Peserta akan dilatih untuk menganalisis data keuangan, mengenali indikator pemborosan, dan merumuskan langkah-langkah mitigasi yang efektif untuk mencegah kerugian anggaran.
  • Optimalisasi Penggunaan Sumber Daya Keuangan Negara/Daerah: Salah satu tujuan krusial dari Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD adalah memberdayakan peserta agar mampu mengoptimalkan setiap alokasi anggaran. Ini berarti memastikan bahwa setiap pengeluaran memberikan nilai tambah maksimal dan berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan. Peserta akan diajarkan cara mengelola dana secara bijak, berorientasi pada hasil, dan meminimalkan pemborosan.
  • Mendorong Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pengelolaan Anggaran: Bimtek ini berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya akuntabilitas dan transparansi di kalangan pengelola keuangan. Peserta akan memahami bagaimana menyusun laporan keuangan yang transparan, mempertanggungjawabkan setiap pengeluaran, dan memastikan bahwa informasi anggaran dapat diakses serta dipahami oleh publik. Hal ini bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
  • Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Sektor Publik: Secara keseluruhan, Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas profesionalisme aparatur pemerintah yang terlibat dalam pengelolaan APBN dan APBD. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, diharapkan mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih efisien, efektif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Manfaat Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

  • Peningkatan Kualitas Pengelolaan Anggaran: Manfaat langsung dari Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD adalah peningkatan signifikan dalam kualitas pengelolaan anggaran di seluruh instansi pemerintah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang efisiensi, para pengelola anggaran dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan strategis, menghasilkan anggaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan prioritas pembangunan.
  • Penghematan Anggaran Negara/Daerah: Salah satu manfaat paling nyata dari Bimtek ini adalah potensi penghematan anggaran yang substantial. Dengan mengidentifikasi dan menghilangkan inefisiensi, pemerintah dapat mengalihkan dana yang sebelumnya terbuang untuk program-program yang lebih produktif atau untuk mengurangi beban utang. Ini akan memperkuat stabilitas fiskal dan keberlanjutan keuangan publik.
  • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Dengan anggaran yang dikelola secara efisien, pemerintah dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dana yang dihemat dapat dialihkan untuk memperbaiki infrastruktur, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, atau memperkuat program-program sosial. Ini secara langsung berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
  • Meningkatnya Kepercayaan Publik: Ketika pemerintah menunjukkan komitmen terhadap efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, kepercayaan publik akan meningkat. Masyarakat akan melihat bahwa pajak mereka digunakan secara bijak dan bertanggung jawab, yang pada gilirannya dapat mendorong partisipasi dan dukungan yang lebih besar terhadap kebijakan pemerintah.
  • Pengembangan Karir dan Profesionalisme Aparatur: Bagi peserta Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD, pelatihan ini akan memberikan manfaat personal dalam pengembangan karir mereka. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan meningkatkan kompetensi mereka di bidang manajemen keuangan, membuka peluang untuk posisi yang lebih strategis, dan berkontribusi pada profesionalisme secara keseluruhan di lingkungan birokrasi.
  • Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan yang Baik: Secara makro, Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD ini mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Dengan menekankan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi, pelatihan ini membantu menciptakan sistem pemerintahan yang lebih bersih, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Kesimpulan Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD merupakan inisiatif yang sangat penting dan strategis dalam upaya mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang lebih optimal dan bertanggung jawab. Di tengah tantangan fiskal dan dinamika kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, kemampuan untuk mengelola setiap rupiah anggaran dengan efektif dan efisien menjadi faktor penentu keberhasilan. Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang regulasi seperti INPRES 1 Tahun 2025, KMK 29 Tahun 2025, dan SE Mendagri 900/833/SJ Tahun 2025, tetapi juga memberikan keterampilan praktis untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam tindakan nyata.

Pentingnya Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD ini tidak dapat diremehkan, mengingat dampaknya yang luas terhadap pembangunan nasional. Dengan terwujudnya efisiensi belanja, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat sasaran, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Lebih dari sekadar penghematan, efisiensi adalah tentang menciptakan nilai maksimal dari setiap pengeluaran, memastikan bahwa dana publik benar-benar dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat banyak.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh instansi pemerintah, baik di pusat maupun daerah, untuk aktif berpartisipasi dalam Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD ini. Ini adalah investasi penting bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perbaikan sistem pengelolaan keuangan di Indonesia. Mari bersama-sama kita wujudkan pemerintahan yang lebih efisien, akuntabel, dan transparan demi masa depan bangsa yang lebih baik. Partisipasi Anda adalah kunci keberhasilan upaya kolektif ini.

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Kontak Person Pendaftaran Bimtek Pelatihan Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Bimtek Efisiensi Belanja APBN APBD 2025 INPRES 1 KMK 29 SE Mendagri 900/833/SJ

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)