Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Pusat Edukasi Indonesia mempersembahkan Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private (SAK-EP). Pelatihan ini krusial untuk memahami SAK EP yang menggantikan SAK ETAP, efektif 2025. Kuasai standar baru yang diadopsi dari IFRS for SMEs ini demi pelaporan keuangan yang akurat dan kredibel. Segera tingkatkan kompetensi Anda dan pastikan entitas patuh standar terbaru! Jangan lewatkan kesempatan emas ini.

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

346 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Bimtek Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru. Dinamika lingkungan bisnis global menuntut entitas untuk senantiasa beradaptasi dengan perubahan standar akuntansi guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas informasi keuangan. Di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI) secara proaktif terus mengembangkan dan memperbarui standar akuntansi agar selaras dengan praktik internasional, namun tetap relevan dengan konteks nasional. Salah satu tonggak penting dalam perkembangan standar akuntansi di Indonesia adalah pengesahan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP), yang menandai era baru dalam pelaporan keuangan bagi entitas-entitas tertentu. Ini merupakan langkah maju signifikan yang dirancang untuk menyederhanakan pelaporan tanpa mengorbankan relevansi dan keandalan informasi.

Pengesahan SAK EP pada 30 Juni 2021 oleh DSAK IAI merupakan respons terhadap kebutuhan akan standar yang lebih sesuai bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik. SAK EP ini merupakan adopsi dari International Financial Reporting Standards for Small and Medium-sized Entities (IFRS for SMEs), sebuah standar yang diakui secara global. Namun, adopsi ini tidak dilakukan secara mentah-mentah; DSAK IAI telah mempertimbangkan secara cermat kondisi dan karakteristik unik entitas di Indonesia agar implementasinya dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal. Proses adaptasi ini memastikan bahwa SAK EP bukan hanya sekadar salinan, tetapi sebuah standar yang “pas” untuk ekosistem bisnis Indonesia.

SAK EP secara resmi akan menggantikan SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang telah lama digunakan. Transisi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan pergeseran paradigma dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Dengan berbagai perubahan signifikan yang diusungnya, SAK EP diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang lebih relevan dan informatif bagi para pemangku kepentingan eksternal, meskipun entitas tersebut tidak memiliki akuntabilitas publik secara langsung. Ini menegaskan komitmen IAI dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di seluruh spektrum entitas bisnis di Indonesia.

Mengingat kompleksitas dan luasnya cakupan perubahan yang dibawa oleh SAK EP, kebutuhan akan Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan yang komprehensif menjadi sangat mendesak. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam dan praktis kepada para profesional akuntansi, praktisi, akademisi, dan entitas bisnis mengenai SAK EP. Dengan penguasaan standar baru ini, diharapkan entitas dapat menyusun laporan keuangan yang patuh, akurat, dan dapat diandalkan, sehingga meningkatkan kepercayaan pengguna informasi keuangan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini adalah investasi krusial untuk masa depan akuntansi di Indonesia.


Definisi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP)

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) dapat didefinisikan sebagai seperangkat prinsip dan pedoman akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) untuk digunakan oleh entitas privat. Entitas privat di sini secara spesifik merujuk pada entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan secara umum menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) bagi para pengguna eksternal. Definisi ini menggarisbawahi bahwa SAK EP dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan segmen entitas tertentu yang karakteristiknya berbeda dari entitas yang tercatat di bursa atau memiliki kewajiban akuntabilitas publik lainnya.

Lebih lanjut, SAK EP merupakan hasil adopsi yang telah disesuaikan dari International Financial Reporting Standards for Small and Medium-sized Entities (IFRS for SMEs). Proses adopsi ini tidak hanya sekadar penerjemahan, melainkan melibatkan pertimbangan mendalam terhadap kondisi dan praktik bisnis yang berlaku di Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan standar yang relevan, dapat diterapkan, dan tidak terlalu membebani entitas privat dengan persyaratan pelaporan yang kompleks layaknya standar penuh yang diterapkan pada entitas dengan akuntabilitas publik tinggi. Hal ini memastikan bahwa SAK EP mampu menjembatani praktik akuntansi global dengan realitas ekonomi domestik.

Perlu ditekankan bahwa SAK EP secara resmi akan menggantikan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Pergantian ini bukan hanya sekadar pergantian nama, melainkan evolusi standar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi informasi keuangan yang dihasilkan oleh entitas privat. Dengan demikian, SAK EP menjadi standar akuntansi yang lebih modern dan komprehensif dibandingkan pendahulunya, mengakomodasi perkembangan praktik bisnis dan tuntutan informasi yang semakin kompleks, meskipun untuk entitas non-publik. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan sangat membantu transisi ini.

Meskipun SAK EP dirancang khusus untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik, ada fleksibilitas tertentu yang diakomodasi oleh standar ini. Entitas yang memiliki akuntabilitas publik, dalam beberapa situasi, diperkenankan untuk menggunakan SAK EP. Namun, hal ini hanya dapat dilakukan jika otoritas berwenang, seperti regulator pasar modal atau lembaga pemerintah lainnya, secara eksplisit membuat regulasi yang mengizinkan penggunaan SAK EP oleh entitas tersebut. Ketentuan ini menunjukkan adaptabilitas SAK EP dalam menghadapi skenario pelaporan keuangan yang beragam, meskipun fokus utamanya tetap pada entitas privat.


Peran dan Pentingnya Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private

  • Memastikan Kepatuhan Regulasi Akuntansi yang Terbaru: Peran utama dari Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini adalah memastikan bahwa seluruh entitas privat dan para profesional akuntansi yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan memahami dan mampu menerapkan SAK EP yang baru. SAK EP akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, dan meskipun penerapan dini diperkenankan sejak 1 Januari 2022, pemahaman yang komprehensif tentang standar ini sangat krusial. Tanpa pelatihan yang memadai, entitas berisiko tidak patuh terhadap regulasi akuntansi yang berlaku, yang dapat berujung pada sanksi atau ketidakabsahan laporan keuangan mereka di mata regulator dan pengguna. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan membantu menghindari risiko tersebut dengan membekali peserta dengan pengetahuan terbaru.

  • Meningkatkan Kualitas dan Kredibilitas Laporan Keuangan: SAK EP dirancang untuk menyajikan laporan keuangan yang lebih relevan dan dapat diandalkan dibandingkan SAK ETAP. Dengan mengikuti Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan, peserta akan mempelajari bagaimana menyusun laporan keuangan yang tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas entitas. Laporan keuangan yang berkualitas tinggi akan meningkatkan kredibilitas entitas di mata investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya, yang pada gilirannya dapat mempermudah akses ke pendanaan atau kemitraan bisnis.

  • Mempermudah Transisi dari SAK ETAP ke SAK EP: SAK EP akan menggantikan SAK ETAP, dan transisi ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan dan implikasi perubahan tersebut. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini secara khusus dirancang untuk memfasilitasi transisi ini, menjelaskan secara rinci aspek-aspek mana dari SAK ETAP yang mengalami perubahan signifikan dan bagaimana SAK EP mengatasi hal tersebut. Peserta akan dibimbing melalui contoh-contoh praktis dan ilustrasi kasus, sehingga mereka dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan penyesuaian dalam sistem akuntansi dan pelaporan entitas mereka. Ini adalah kunci sukses dalam adaptasi terhadap standar baru.

  • Meningkatkan Efisiensi dalam Proses Pelaporan Keuangan: Meskipun SAK EP membawa perubahan, tujuannya adalah menyederhanakan pelaporan bagi entitas privat, terutama dibandingkan IFRS penuh. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan membantu peserta memahami prinsip-prinsip dasar dan konsep-konsep pervasif SAK EP, yang dapat mengoptimalkan proses penyusunan laporan keuangan. Dengan pemahaman yang kuat, profesional akuntansi dapat mengidentifikasi area di mana efisiensi dapat ditingkatkan, seperti penggunaan estimasi yang tepat, pengakuan pendapatan yang akurat, dan pelaporan aset serta liabilitas yang sesuai, sehingga mengurangi waktu dan sumber daya yang dibutuhkan.

  • Mengembangkan Kompetensi Profesional Akuntansi: Bagi para akuntan dan profesional keuangan, penguasaan SAK EP merupakan aset berharga dalam pengembangan karier. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di lapangan. Memiliki keahlian dalam SAK EP menunjukkan komitmen terhadap pengembangan profesional berkelanjutan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan standar industri. Ini dapat membuka peluang baru dalam karier dan meningkatkan nilai profesional individu di pasar kerja yang kompetitif.

  • Mendukung Pengambilan Keputusan Bisnis yang Lebih Baik: Laporan keuangan yang disajikan sesuai SAK EP diharapkan lebih relevan dan informatif bagi pengguna eksternal. Bagi manajemen entitas itu sendiri, pemahaman mendalam tentang bagaimana laporan keuangan tersebut disusun akan memberikan wawasan yang lebih baik tentang kesehatan finansial dan kinerja operasional perusahaan. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini membantu manajemen memahami implikasi setiap pos laporan keuangan, memungkinkan mereka untuk membuat keputusan bisnis yang lebih strategis dan terinformasi, baik itu terkait investasi, operasional, maupun keputusan pendanaan.


Materi Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private (SAK-EP)

  • Bab 1 Entitas Privat: Materi ini akan secara komprehensif menjelaskan karakteristik dan kriteria yang mendefinisikan suatu entitas sebagai entitas privat menurut SAK EP. Pembahasan mencakup perbedaan mendasar antara entitas privat dan entitas yang memiliki akuntabilitas publik, serta implikasi dari klasifikasi tersebut terhadap persyaratan pelaporan keuangan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami bagaimana mengidentifikasi apakah entitas mereka termasuk dalam cakupan SAK EP atau tidak, sebuah langkah fundamental sebelum menerapkan standar ini.

  • Bab 2 Konsep dan Prinsip Pervasif: Bagian ini akan membahas fondasi teoritis SAK EP, termasuk tujuan laporan keuangan, karakteristik kualitatif informasi keuangan, serta asumsi dasar yang melandasi penyusunan laporan keuangan. Konsep seperti dasar akrual, kelangsungan usaha, dan materialitas akan dijelaskan secara mendalam. Pemahaman yang kuat tentang konsep dan prinsip pervasif ini sangat penting bagi peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan untuk dapat menginterpretasikan dan menerapkan aturan-aturan spesifik dalam SAK EP secara konsisten.

  • Bab 3 Penyajian Laporan Keuangan: Materi ini berfokus pada struktur dan format penyajian laporan keuangan yang komprehensif sesuai SAK EP. Ini mencakup persyaratan umum untuk penyajian yang wajar, konsistensi penyajian, dan perbandingan informasi. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan belajar bagaimana laporan keuangan harus disajikan agar informatif dan mudah dipahami oleh pengguna eksternal, termasuk pengungkapan minimum yang disyaratkan.

  • Bab 4 Laporan Posisi Keuangan: Bab ini akan mengulas secara detail mengenai komponen-komponen laporan posisi keuangan (neraca), termasuk klasifikasi aset, liabilitas, dan ekuitas. Pengakuan, pengukuran, dan penyajian setiap pos akan dibahas secara mendalam, disertai contoh-contoh praktis. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mampu menyusun laporan posisi keuangan yang akurat dan sesuai dengan prinsip-prinsip SAK EP.

  • Bab 5 Laporan Penghasilan Komprehensif dan Laporan Laba Rugi: Materi ini membahas dua format laporan yang berbeda namun saling terkait: laporan penghasilan komprehensif dan laporan laba rugi. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami perbedaan antara laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya (OCI), serta bagaimana menyajikan keduanya secara terpisah atau dalam satu laporan tunggal sesuai opsi yang diizinkan SAK EP. Pengakuan pendapatan dan beban juga akan menjadi fokus utama.

  • Bab 6 Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba: Bab ini menjelaskan penyajian perubahan ekuitas selama periode pelaporan, termasuk kontribusi dari pemilik, distribusi kepada pemilik, dan penghasilan komprehensif. Bagi entitas yang memilih untuk tidak menyajikan laporan penghasilan komprehensif terpisah, materi ini juga akan membahas format laporan laba rugi dan saldo laba. Pemahaman ini krusial untuk Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan yang menyeluruh.

  • Bab 7 Laporan Arus Kas: Materi ini akan mengajarkan cara menyusun laporan arus kas menggunakan metode langsung atau tidak langsung. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami klasifikasi arus kas menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta bagaimana pengungkapan yang relevan harus disajikan. Laporan arus kas sangat penting untuk menganalisis likuiditas dan solvabilitas entitas.

  • Bab 8 Catatan Atas Laporan Keuangan: Bab ini membahas peran penting catatan atas laporan keuangan dalam memberikan informasi tambahan yang relevan dan diperlukan untuk memahami laporan keuangan pokok. Ini mencakup pengungkapan kebijakan akuntansi signifikan, asumsi utama, dan estimasi penting. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan belajar menyusun catatan yang informatif dan memenuhi persyaratan pengungkapan SAK EP.

  • Bab 9 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri: Materi ini membahas situasi di mana entitas memiliki anak perusahaan atau entitas lain yang dikendalikan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari prinsip-prinsip konsolidasi, eliminasi transaksi antarperusahaan, dan penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Selain itu, bab ini juga mencakup persyaratan untuk menyajikan laporan keuangan tersendiri.

  • Bab 10 Kebijakan Akuntansi, Estimasi dan Kesalahan: Bab ini menjelaskan bagaimana entitas harus memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi, serta bagaimana menangani perubahan estimasi akuntansi dan koreksi kesalahan periode sebelumnya. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami hierarki panduan yang harus diikuti dalam menentukan kebijakan akuntansi dan dampak dari perubahan tersebut terhadap laporan keuangan.

  • Bab 11 Instrumen Keuangan Dasar: Materi ini berfokus pada pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan instrumen keuangan dasar, seperti kas, piutang usaha, utang usaha, pinjaman, dan instrumen ekuitas sederhana. Ini adalah salah satu area yang paling sering ditemukan dalam entitas privat. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan membantu peserta memahami klasifikasi dan perlakuan akuntansi yang tepat untuk instrumen-instrumen ini.

  • Bab 12 Isu Terkait Instrumen Keuangan Lain: Bab ini akan memperluas pembahasan instrumen keuangan ke area yang lebih kompleks yang mungkin ditemui oleh entitas privat, meskipun tidak sesering instrumen dasar. Ini mungkin termasuk instrumen derivatif sederhana atau transaksi yang memiliki karakteristik instrumen keuangan yang lebih kompleks. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memberikan gambaran umum tentang bagaimana menangani isu-isu ini.

  • Bab 13 Persediaan: Materi ini mencakup pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan persediaan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari metode penilaian persediaan (misalnya, biaya perolehan dan nilai realisasi bersih), serta bagaimana menangani penurunan nilai persediaan. Pemahaman yang benar tentang persediaan sangat vital bagi entitas yang memiliki aktivitas produksi atau perdagangan.

  • Bab 14 Investasi Pada Entitas Asosiasi: Bab ini membahas akuntansi untuk investasi pada entitas asosiasi, di mana investor memiliki pengaruh signifikan tetapi tidak pengendalian. Materi ini akan menjelaskan penggunaan metode ekuitas untuk akuntansi investasi tersebut. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan membekali peserta dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dan mencatat investasi semacam ini dengan benar.

  • Bab 15 Investasi Pada Ventura Bersama: Materi ini mencakup akuntansi untuk investasi pada ventura bersama, di mana dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama atas suatu aktivitas. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari bagaimana mencatat investasi ini, baik menggunakan metode ekuitas atau metode proporsional, tergantung pada pilihan kebijakan akuntansi entitas.

  • Bab 16 Properti Investasi: Bab ini membahas properti investasi, yaitu properti yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan sewa atau untuk apresiasi modal. Materi ini akan menjelaskan pengakuan awal dan pengukuran selanjutnya dari properti investasi, baik menggunakan model biaya atau model nilai wajar, serta pengungkapan yang relevan. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini penting untuk entitas yang memiliki properti sebagai investasi.

  • Bab 17 Aset Tetap: Materi ini mencakup pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan aset tetap, termasuk bangunan, mesin, dan peralatan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari konsep depresiasi, penurunan nilai aset, dan penghentian pengakuan aset tetap. Pemahaman yang akurat tentang aset tetap sangat fundamental dalam akuntansi.

  • Bab 18 Aset Tak Berwujud selain Goodwill: Bab ini membahas aset tak berwujud yang tidak termasuk goodwill, seperti hak paten, merek dagang, dan perangkat lunak. Materi ini akan mencakup pengakuan awal, amortisasi, dan penurunan nilai aset tak berwujud. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memberikan wawasan tentang tantangan unik dalam akuntansi aset tak berwujud.

  • Bab 19 Kombinasi Bisnis dan Goodwill: Materi ini membahas akuntansi untuk kombinasi bisnis, di mana satu entitas mengakuisisi entitas lain. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari metode akuisisi dan bagaimana menghitung serta mengakui goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis. Penurunan nilai goodwill juga akan dibahas secara rinci.

  • Bab 20 Sewa: Bab ini akan mengulas perlakuan akuntansi untuk sewa, baik bagi penyewa maupun pemberi sewa. Materi ini akan mencakup klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi, serta pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini relevan mengingat kompleksitas standar sewa.

  • Bab 21 Provisi dan Kontinjensi: Materi ini membahas pengakuan dan pengukuran provisi (liabilitas yang belum pasti waktu dan jumlahnya) dan pengungkapan kontinjensi (kewajiban atau aset potensial). Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami kriteria pengakuan provisi dan perbedaan antara provisi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinjensi.

  • Bab 22 Liabilitas Dan Ekuitas: Bab ini memberikan tinjauan komprehensif tentang pengakuan, pengukuran, dan penyajian liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, serta komponen ekuitas lainnya. Materi ini akan membahas berbagai jenis liabilitas dan ekuitas, serta bagaimana mereka harus disajikan dalam laporan posisi keuangan.

  • Bab 23 Pendapatan: Materi ini berfokus pada prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari model lima langkah pengakuan pendapatan, yang merupakan kerangka kerja universal untuk transaksi pendapatan. Berbagai skenario pengakuan pendapatan akan dibahas.

  • Bab 24 Hibah Pemerintah: Bab ini membahas perlakuan akuntansi untuk hibah pemerintah. Materi ini akan mencakup pengakuan awal, pengukuran, dan penyajian hibah pemerintah, serta kondisi yang terkait dengan hibah tersebut. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini penting bagi entitas yang menerima bantuan dari pemerintah.

  • Bab 25 Biaya Pinjaman: Materi ini menjelaskan perlakuan akuntansi untuk biaya pinjaman, termasuk apakah biaya tersebut dapat dikapitalisasi atau harus dibebankan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami kriteria untuk kapitalisasi biaya pinjaman dan dampaknya terhadap nilai aset.

  • Bab 26 Pembayaran Berbasis Saham: Bab ini membahas transaksi pembayaran berbasis saham, di mana entitas memberikan instrumen ekuitas atau kewajiban yang didasarkan pada harga saham kepada karyawan atau pihak lain. Materi ini akan menjelaskan pengakuan beban dan ekuitas yang timbul dari transaksi ini.

  • Bab 27 Penurunan Nilai Aset: Materi ini mencakup pengujian penurunan nilai aset, yang bertujuan untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari cara menghitung jumlah terpulihkan dan mengakui kerugian penurunan nilai.

  • Bab 28 Imbalan Kerja: Bab ini membahas perlakuan akuntansi untuk imbalan kerja, termasuk gaji, cuti, tunjangan pasca-kerja, dan imbalan jangka panjang lainnya. Materi ini akan menjelaskan pengakuan dan pengukuran kewajiban imbalan kerja dan beban terkait. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini sangat relevan untuk entitas dengan banyak karyawan.

  • Bab 29 Pajak Penghasilan: Materi ini mencakup perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan, termasuk pajak kini dan pajak tangguhan. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari cara menghitung aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer antara basis akuntansi dan basis pajak.

  • Bab 30 Penjabaran Valuta Asing: Bab ini membahas perlakuan akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran laporan keuangan entitas asing. Materi ini akan mencakup metode penjabaran dan dampaknya terhadap laporan keuangan. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini penting bagi entitas yang memiliki transaksi internasional.

  • Bab 31 Hiperinflasi: Materi ini menjelaskan perlakuan akuntansi untuk entitas yang beroperasi dalam ekonomi hiperinflasi. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan mempelajari bagaimana menyesuaikan laporan keuangan untuk mencerminkan dampak inflasi yang tinggi.

  • Bab 32 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan: Bab ini membahas peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan posisi keuangan tetapi sebelum laporan keuangan diterbitkan. Materi ini akan menjelaskan apakah peristiwa tersebut memerlukan penyesuaian laporan keuangan atau hanya pengungkapan.

  • Bab 33 Pengungkapan Pihak Berelasi: Materi ini mencakup persyaratan pengungkapan transaksi dan saldo dengan pihak berelasi. Peserta Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan akan memahami pentingnya pengungkapan ini untuk transparansi dan mencegah konflik kepentingan.

  • Bab 34 Aktivitas Khusus: Bab ini membahas perlakuan akuntansi untuk aktivitas khusus yang mungkin dilakukan oleh entitas privat, seperti kegiatan agrikultur atau ekstraktif. Materi ini akan memberikan panduan tentang bagaimana menerapkan prinsip-prinsip SAK EP pada aktivitas ini.

  • Bab 35 Ketentuan Transisi SAK Entitas Privat Ilustrasi Kasus Penyusunan Laporan Keuangan Menggunakan SAK EP: Bab terakhir ini adalah kunci praktis dari Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan. Materi ini akan menjelaskan secara rinci proses transisi dari SAK ETAP ke SAK EP, termasuk pengecualian dan pembebasan transisi. Bagian ini juga akan menyajikan ilustrasi kasus lengkap tentang penyusunan laporan keuangan menggunakan SAK EP, dari awal hingga akhir, yang akan mengkonsolidasikan seluruh materi yang telah dipelajari dalam Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini.


Tujuan dan Manfaat Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private

  • Meningkatkan Pemahaman Mendalam tentang SAK EP: Salah satu tujuan utama dari Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif dan mendalam kepada peserta mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Ini mencakup tidak hanya aspek teoritis dari setiap bab SAK EP, tetapi juga interpretasi dan penerapannya dalam berbagai skenario bisnis. Dengan pemahaman yang kuat, peserta akan mampu mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu akuntansi kompleks yang mungkin timbul dalam praktik sehari-hari, serta menemukan solusi yang sesuai dengan standar terbaru.

  • Mengembangkan Keterampilan Praktis dalam Penyusunan Laporan Keuangan: Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga sangat menekankan pada pengembangan keterampilan praktis. Peserta akan dibekali dengan kemampuan untuk mengidentifikasi transaksi dan peristiwa ekonomi yang relevan, menerapkan prinsip-prinsip pengukuran yang tepat, dan menyusun laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan persyaratan SAK EP. Melalui studi kasus dan latihan praktis, peserta akan memiliki pengalaman langsung dalam mengaplikasikan SAK EP dalam konteks riil, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan efisiensi mereka dalam bekerja.

  • Memastikan Transisi yang Mulus dari SAK ETAP ke SAK EP: Dengan berlakunya SAK EP yang menggantikan SAK ETAP, banyak entitas privat yang perlu melakukan penyesuaian signifikan dalam sistem dan proses akuntansinya. Tujuan Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini adalah memfasilitasi transisi tersebut agar berjalan mulus dan efisien. Peserta akan diajari bagaimana mengidentifikasi perbedaan kunci antara kedua standar, bagaimana menangani pengakuan awal, dan bagaimana menyajikan laporan keuangan pada periode transisi. Ini akan meminimalkan gangguan operasional dan memastikan kepatuhan sejak hari pertama implementasi SAK EP.

  • Meningkatkan Kualitas Informasi Keuangan untuk Pengambilan Keputusan: Manfaat signifikan dari Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini adalah peningkatan kualitas informasi keuangan yang dihasilkan oleh entitas privat. Laporan keuangan yang disusun sesuai SAK EP diharapkan lebih relevan, andal, dan dapat dibandingkan. Informasi yang lebih baik ini akan sangat membantu manajemen entitas dalam mengambil keputusan strategis, seperti alokasi sumber daya, strategi investasi, dan manajemen risiko. Bagi pihak eksternal, laporan yang berkualitas tinggi meningkatkan kepercayaan dan mempermudah analisis kinerja entitas.

  • Meningkatkan Kredibilitas dan Akuntabilitas Entitas Privat: Kepatuhan terhadap standar akuntansi yang diakui secara nasional seperti SAK EP secara langsung meningkatkan kredibilitas entitas di mata para pemangku kepentingan. Dengan menguasai SAK EP melalui Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan, entitas privat dapat menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Ini sangat penting untuk membangun reputasi yang baik, menarik investor potensial, mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menjalin kemitraan yang kuat, karena laporan keuangan yang patuh akan menjadi dasar kepercayaan.

  • Memenuhi Kebutuhan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) Akuntan: Bagi para akuntan profesional, mengikuti Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan yang berkaitan dengan SAK EP adalah bagian integral dari Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL). Ini memastikan bahwa mereka tetap relevan dengan perkembangan standar akuntansi terbaru dan mempertahankan kompetensi mereka di pasar kerja yang dinamis. Sertifikat Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini juga dapat menjadi bukti komitmen terhadap peningkatan profesionalisme dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan regulasi.

  • Mengidentifikasi dan Mengelola Risiko Akuntansi: Setiap perubahan standar akuntansi berpotensi menimbulkan risiko akuntansi jika tidak diimplementasikan dengan benar. Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengidentifikasi potensi risiko tersebut, seperti kesalahan pengukuran, pengungkapan yang tidak memadai, atau ketidakpatuhan. Dengan pemahaman yang kuat tentang persyaratan SAK EP, peserta dapat mengembangkan kontrol internal yang efektif untuk memitigasi risiko ini, memastikan integritas dan keandalan laporan keuangan entitas.


Kesimpulan

Pengesahan dan implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) merupakan tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas pelaporan keuangan di Indonesia, khususnya bagi entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik. SAK EP, sebagai adaptasi IFRS for SMEs dengan penyesuaian kondisi Indonesia, akan menggantikan SAK ETAP dan membawa berbagai perubahan signifikan yang menuntut penyesuaian mendalam dari para profesional akuntansi dan entitas bisnis. Oleh karena itu, pentingnya Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini menjadi sangat krusial. Pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah investasi strategis yang akan membekali peserta dengan pemahaman komprehensif, keterampilan praktis, dan kemampuan adaptasi yang esensial dalam menghadapi era baru akuntansi.

Melalui Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan ini, setiap entitas privat dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi terbaru, meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, dan memfasilitasi transisi yang mulus dari standar sebelumnya. Lebih dari itu, pelatihan ini juga berperan penting dalam meningkatkan kompetensi profesional akuntan, memungkinkan mereka untuk menyajikan informasi keuangan yang lebih relevan dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Ini adalah kesempatan emas untuk memperdalam pemahaman tentang aspek-aspek krusial SAK EP, mulai dari konsep dasar hingga perlakuan akuntansi untuk berbagai jenis aset, liabilitas, dan transaksi spesifik, yang semuanya penting bagi kesuksesan implementasi.

Oleh karena itu, kami di Pusat Edukasi Indonesia dengan tegas mengajak seluruh entitas privat, para akuntan, auditor, dan profesional keuangan untuk segera mendaftarkan diri dalam Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private kami. Jangan lewatkan kesempatan untuk menguasai SAK EP dan menjadi yang terdepan dalam praktik akuntansi terbaru. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, Anda tidak hanya akan memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan transparansi dan kualitas informasi keuangan entitas Anda. Daftarkan diri Anda sekarang dan jadilah bagian dari transformasi akuntansi di Indonesia! Apakah Anda siap untuk mengambil langkah maju dalam penguasaan SAK EP?

Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Metode Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Training Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private: Pelatihan Intensif untuk Penguasaan SAK-EP Terbaru

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)