Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000

Di tengah derasnya arus transformasi digital, pelatihan penyelenggaraan e-money adalah investasi krusial bagi perbankan. BIMTEK ini membekali Anda dan tim dengan pemahaman mendalam tentang regulasi, keamanan, dan inovasi, memastikan operasional tetap patuh, efisien, dan kompetitif. Jangan biarkan bank Anda tertinggal; segera ambil langkah proaktif. Bekali diri Anda dengan pengetahuan terkini demi menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang di era pembayaran digital. Daftarkan diri sekarang untuk memperkuat posisi bank Anda.

LEGALITAS KAMI

DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111

NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100

KONTAK KAMI

18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520

info@peindo.com

0851-7207-9181

329 Orang sedang melihat halaman ini
Deskripsi

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah membawa transformasi fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor keuangan. Salah satu inovasi paling signifikan yang muncul dan mengubah lanskap transaksi adalah e-money atau uang elektronik. Kehadirannya tidak hanya menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi, namun juga membuka peluang baru bagi efisiensi operasional dan inklusi keuangan. Transformasi ini menuntut adaptasi yang cepat dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya institusi perbankan yang merupakan tulang punggung sistem finansial.

Fenomena ini semakin diperkuat dengan meningkatnya penetrasi internet dan smartphone di Indonesia, mendorong masyarakat untuk beralih dari transaksi tunai menuju non-tunai. Berbagai platform digital payment bermunculan, mulai dari dompet digital, kartu prabayar, hingga QRIS, yang semuanya bergantung pada infrastruktur dan ekosistem e-money. Kondisi ini menempatkan perbankan pada posisi sentral untuk tidak hanya menjadi penyedia layanan, tetapi juga sebagai regulator dan inovator dalam ekosistem pembayaran digital.

Namun, di balik peluang besar ini, terdapat pula tantangan kompleks yang harus dihadapi, terutama terkait aspek regulasi, keamanan siber, dan manajemen risiko. Institusi perbankan harus memastikan bahwa setiap produk e-money yang mereka kembangkan dan layani mematuhi standar yang ketat, melindungi konsumen, serta memitigasi potensi kejahatan finansial. Oleh karena itu, kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam penyelenggaraan e-money menjadi sangat krusial bagi para profesional di sektor perbankan.

Menyikapi urgensi tersebut, Pusat Edukasi Indonesia hadir untuk menyediakan Pelatihan Penyelenggaraan E-Money yang komprehensif. Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai aspek teknis, operasional, legal, dan strategis dalam pengelolaan e-money. Dengan demikian, diharapkan perbankan dapat terus berinovasi sambil tetap patuh pada kerangka regulasi yang berlaku dan mampu bersaing di era ekonomi digital yang serba cepat ini.


Definisi Pelatihan Penyelenggaraan E-Money

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money merujuk pada program edukasi terstruktur yang dirancang untuk membekali individu atau kelompok dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengelola serta mengoperasikan sistem uang elektronik secara efektif dan sesuai regulasi. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari dasar-dasar konsep e-money hingga implementasi teknis dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Tujuannya adalah memastikan bahwa pihak penyelenggara memiliki kompetensi yang memadai.

Secara lebih spesifik, Pelatihan Penyelenggaraan E-Money ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teknis perangkat lunak dan keras yang terlibat, tetapi juga pada aspek manajemen operasional sehari-hari. Ini termasuk bagaimana sistem transaksi e-money diproses, bagaimana data transaksi diamankan, serta bagaimana keluhan pelanggan ditangani. Pemahaman mendalam tentang siklus hidup e-money dari penerbitan hingga penggunaan dan penarikan dana sangat esensial.

Selain itu, definisi Pelatihan Penyelenggaraan E-Money juga mencakup dimensi kepatuhan hukum dan regulasi yang sangat ketat. Sektor keuangan, termasuk e-money, diatur oleh berbagai lembaga seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, yang mengeluarkan pedoman dan peraturan untuk melindungi konsumen serta mencegah tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Oleh karena itu, pelatihan ini memastikan peserta memahami dan dapat menerapkan seluruh ketentuan tersebut.

Pada intinya, Pelatihan Penyelenggaraan E-Money adalah sebuah investasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, yang mampu menghadapi kompleksitas dan dinamika industri uang elektronik. Dengan demikian, institusi perbankan dapat memastikan bahwa operasional e-money mereka tidak hanya efisien dan inovatif, tetapi juga aman, terpercaya, dan sepenuhnya mematuhi kerangka hukum dan etika bisnis yang berlaku dalam industri ini.


Peran dan Pentingnya Pelatihan Penyelenggaraan E-Money


1. Memahami Kerangka Regulasi yang Kompleks

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money sangat penting untuk memastikan bahwa institusi perbankan dan personelnya memiliki pemahaman yang mendalam tentang kerangka regulasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Regulasi ini mencakup persyaratan perizinan, standar keamanan siber, batasan transaksi, perlindungan konsumen, serta kewajiban pelaporan yang ketat. Tanpa pemahaman yang komprehensif ini, bank dapat menghadapi risiko denda besar, pembekuan izin, dan kerugian reputasi yang serius akibat ketidakpatuhan. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan terbaru mengenai perubahan regulasi, memungkinkan mereka untuk mengimplementasikan kebijakan internal yang sesuai dan meminimalisir risiko hukum.


2. Meningkatkan Keamanan dan Mitigasi Risiko

Dalam dunia digital, ancaman siber terus berkembang, dan sistem e-money menjadi target empuk bagi kejahatan finansial seperti penipuan, peretasan, dan pencucian uang. Pelatihan Penyelenggaraan E-Money membekali peserta dengan praktik terbaik dalam keamanan siber, mulai dari enkripsi data, otentikasi multi-faktor, hingga deteksi anomali transaksi. Peserta akan belajar bagaimana mengidentifikasi potensi kerentanan, mengembangkan strategi mitigasi risiko yang efektif, dan merancang protokol respons insiden. Ini krusial untuk melindungi dana nasabah, menjaga integritas sistem, dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap layanan e-money yang disediakan oleh perbankan.


3. Mengoptimalkan Efisiensi Operasional

Penyelenggaraan e-money melibatkan serangkaian proses operasional yang kompleks, mulai dari onboarding pengguna, top-up saldo, transaksi pembayaran, hingga rekonsiliasi dan pelaporan. Pelatihan Penyelenggaraan E-Money membantu peserta memahami alur kerja ini secara sistematis, mengidentifikasi bottlenecks, dan menerapkan solusi untuk meningkatkan efisiensi. Ini mencakup penggunaan teknologi otomasi, optimalisasi pengalaman pengguna, serta pengembangan sistem pendukung yang terintegrasi. Dengan operasional yang efisien, perbankan dapat mengurangi biaya, meningkatkan kecepatan layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing di pasar.


4. Mendorong Inovasi dan Pengembangan Produk

Industri e-money sangat dinamis, dengan munculnya berbagai inovasi baru seperti QRIS, NFC, dan teknologi blockchain. Pelatihan Penyelenggaraan E-Money tidak hanya membahas dasar-dasar, tetapi juga memperkenalkan peserta pada tren dan teknologi terkini. Ini memicu pemikiran inovatif dan membantu perbankan dalam mengembangkan produk dan layanan e-money yang relevan dan kompetitif. Peserta akan diajak untuk berpikir kreatif tentang bagaimana e-money dapat diintegrasikan dengan layanan perbankan lainnya, menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih lengkap dan menarik bagi nasabah. Kemampuan untuk berinovasi adalah kunci untuk tetap relevan di pasar yang terus berubah.


5. Membangun Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan adalah aset terpentar dalam bisnis keuangan, dan ini berlaku lebih dari sebelumnya di ranah e-money. Pelatihan Penyelenggaraan E-Money menekankan pentingnya perlindungan konsumen, transparansi biaya, serta penanganan keluhan yang cepat dan efektif. Peserta akan memahami bagaimana membangun sistem yang kuat untuk menjamin keamanan transaksi, privasi data, dan keadilan dalam setiap interaksi dengan nasabah. Dengan menempatkan kepentingan konsumen di garis depan, perbankan dapat membangun reputasi yang kuat, meningkatkan loyalitas nasabah, dan memperluas adopsi e-money di kalangan masyarakat yang lebih luas, memberikan dampak positif jangka panjang bagi bisnis.


Materi Pelatihan Penyelenggaraan E-Money


1. Pengenalan Konsep E-Money dan Ekosistem Pembayaran Digital

Materi ini memberikan pemahaman fundamental mengenai apa itu e-money, sejarah perkembangannya, serta peranannya dalam ekosistem pembayaran digital global dan nasional. Peserta akan mempelajari berbagai jenis e-money seperti berbasis kartu (card-based) dan berbasis server (server-based), serta karakteristik unik masing-masing. Diskusi juga akan mencakup komponen-komponen kunci dalam ekosistem pembayaran digital, termasuk penerbit, acquirer, penyedia layanan teknologi, dan regulator. Pemahaman dasar ini sangat penting sebagai landasan sebelum menyelami aspek yang lebih teknis dan regulasi dalam Pelatihan Penyelenggaraan E-Money.


2. Regulasi dan Kebijakan E-Money di Indonesia

Bagian ini membahas secara mendalam kerangka regulasi yang mengatur penyelenggaraan e-money di Indonesia, utamanya peraturan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peserta akan memahami persyaratan perizinan bagi penerbit dan penyelenggara e-money, batasan transaksi, standar minimum keamanan sistem, serta kewajiban pelaporan. Materi ini juga mencakup regulasi terkait Anti-Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) yang wajib dipatuhi oleh penyelenggara e-money. Memahami dan mematuhi regulasi ini adalah inti dari Pelatihan Penyelenggaraan E-Money untuk menghindari sanksi dan menjaga integritas operasional.


3. Arsitektur Teknis dan Infrastruktur Sistem E-Money

Materi ini fokus pada aspek teknis penyelenggaraan e-money, termasuk arsitektur sistem, infrastruktur jaringan, dan komponen perangkat lunak yang digunakan. Peserta akan mempelajari tentang sistem pemrosesan transaksi, basis data, API (Application Programming Interface) untuk integrasi, serta protokol komunikasi yang aman. Pembahasan juga akan mencakup isu skalabilitas, redundansi sistem, dan disaster recovery planning untuk memastikan ketersediaan layanan e-money yang tinggi. Pemahaman teknis ini krusial agar peserta dapat berinteraksi secara efektif dengan tim IT dan memastikan keandalan sistem dalam Pelatihan Penyelenggaraan E-Money.


4. Keamanan Sistem dan Manajemen Risiko E-Money

Aspek keamanan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan e-money. Materi ini membahas berbagai ancaman keamanan siber yang relevan, seperti peretasan, phishing, malware, dan penipuan. Peserta akan mempelajari praktik terbaik dalam keamanan data, termasuk enkripsi, tokenisasi, serta penerapan otentikasi kuat (MFA). Pembahasan juga mencakup metodologi manajemen risiko, penilaian kerentanan, dan pengembangan rencana respons insiden siber. Ini adalah bagian vital dari Pelatihan Penyelenggaraan E-Money untuk melindungi data dan dana nasabah dari potensi kejahatan digital yang semakin canggih.


5. Operasional dan Manajemen Layanan E-Money

Bagian ini berfokus pada aspek operasional sehari-hari dari penyelenggaraan e-money, mulai dari proses onboarding pengguna, top-up saldo, transaksi pembayaran, hingga penyelesaian sengketa. Peserta akan mempelajari tentang sistem customer service, penanganan keluhan, dan manajemen hubungan dengan merchant. Materi ini juga akan membahas pentingnya rekonsiliasi transaksi, pelaporan keuangan, dan monitoring kinerja sistem secara berkelanjutan. Efisiensi operasional sangat menentukan keberhasilan layanan e-money dan merupakan komponen kunci dalam Pelatihan Penyelenggaraan E-Money ini.


6. Inovasi dan Tren Terkini dalam E-Money

Materi ini mengeksplorasi inovasi terbaru dalam industri e-money, termasuk penggunaan teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai standar pembayaran nasional, integrasi dengan teknologi NFC (Near Field Communication), serta potensi penerapan teknologi Distributed Ledger Technology (DLT) atau blockchain dalam sistem pembayaran. Pembahasan juga akan menyentuh tren global seperti open banking dan Central Bank Digital Currency (CBDC) serta dampaknya terhadap masa depan e-money. Bagian ini penting untuk memastikan peserta selalu relevan dan dapat mengidentifikasi peluang baru setelah mengikuti Pelatihan Penyelenggaraan E-Money.


7. Analisis Data dan Strategi Pengembangan Bisnis E-Money

Materi terakhir ini membahas bagaimana data transaksi e-money dapat dianalisis untuk mendapatkan wawasan tentang perilaku konsumen, preferensi pembayaran, dan tren pasar. Peserta akan mempelajari dasar-dasar analisis data untuk mengidentifikasi peluang pengembangan produk, strategi pemasaran, dan peningkatan layanan. Pembahasan juga mencakup bagaimana membangun model bisnis yang berkelanjutan untuk e-money, termasuk model pendapatan, strategi akuisisi pengguna, dan perluasan jangkauan layanan. Ini akan membekali peserta dengan kemampuan strategis setelah Pelatihan Penyelenggaraan E-Money.


Tujuan dan Manfaat Pelatihan Penyelenggaraan E-Money


1. Meningkatkan Kompetensi Profesional di Sektor Perbankan

Tujuan utama Pelatihan Penyelenggaraan E-Money adalah meningkatkan kompetensi para profesional di sektor perbankan, baik yang secara langsung terlibat dalam operasional e-money maupun yang memiliki peran pendukung. Peserta akan dibekali dengan pemahaman mendalam tentang ekosistem, teknologi, dan regulasi e-money, yang memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas dengan lebih efektif dan efisien. Peningkatan kompetensi ini tidak hanya bermanfaat bagi individu dalam pengembangan karir mereka, tetapi juga secara signifikan memperkuat kapabilitas institusi perbankan secara keseluruhan dalam menghadapi tantangan era digital.


2. Memastikan Kepatuhan Terhadap Regulasi yang Berlaku

Salah satu manfaat krusial dari Pelatihan Penyelenggaraan E-Money adalah memastikan bahwa institusi perbankan dapat sepenuhnya mematuhi semua peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait, seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Kepatuhan ini sangat vital untuk menghindari sanksi hukum, denda, dan kerugian reputasi yang dapat timbul dari ketidakpatuhan. Peserta akan dibekali dengan pengetahuan terkini mengenai standar kepatuhan, prosedur pelaporan, dan praktik terbaik untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme, sehingga operasional e-money bank selalu berada dalam koridor hukum yang benar.


3. Mengurangi Risiko Keamanan dan Operasional

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money secara signifikan berkontribusi pada pengurangan risiko keamanan siber dan risiko operasional. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ancaman, kerentanan, dan metode mitigasi, peserta dapat mengidentifikasi potensi risiko sebelum terjadi dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Ini termasuk perlindungan data nasabah, pencegahan penipuan, dan pemulihan bencana. Manfaat ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan nasabah dan memastikan kelangsungan bisnis, karena insiden keamanan dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar dan kerusakan reputasi yang sulit diperbaiki bagi bank.


4. Mendorong Inovasi dan Pengembangan Produk E-Money yang Kompetitif

Pelatihan ini akan mendorong inovasi di sektor perbankan dengan membekali peserta dengan pengetahuan tentang tren teknologi dan praktik terbaik dalam pengembangan produk e-money. Peserta akan terinspirasi untuk menciptakan solusi pembayaran digital yang inovatif, relevan dengan kebutuhan pasar, dan mampu bersaing di tengah persaingan yang ketat. Kemampuan untuk berinovasi akan memungkinkan bank untuk memperluas pangsa pasar, menarik nasabah baru, dan menciptakan nilai tambah yang unik, sehingga posisi bank tetap relevan dan unggul dalam lanskap pembayaran digital yang terus berevolusi.


5. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Operasional

Melalui Pelatihan Penyelenggaraan E-Money, peserta akan mempelajari strategi dan teknik untuk mengoptimalkan proses operasional terkait e-money. Ini mencakup otomasi alur kerja, peningkatan pengalaman pengguna, serta pengelolaan sumber daya yang lebih baik. Peningkatan efisiensi akan menghasilkan pengurangan biaya operasional, peningkatan kecepatan layanan, dan kualitas layanan yang lebih baik bagi nasabah. Dengan operasional yang lebih efektif, perbankan dapat fokus pada pengembangan strategis dan pertumbuhan bisnis, alih-alih terjebak dalam masalah operasional yang tidak perlu, sehingga meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan.


6. Membangun Kepercayaan dan Loyalitas Nasabah

Ketika perbankan menunjukkan komitmen terhadap keamanan, transparansi, dan layanan pelanggan yang prima dalam penyelenggaraan e-money, hal itu akan secara langsung membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah. Pelatihan Penyelenggaraan E-Money membekali peserta dengan pengetahuan tentang bagaimana menciptakan pengalaman nasabah yang positif, menangani keluhan secara profesional, dan memastikan privasi data. Nasabah akan merasa lebih aman dan nyaman menggunakan layanan e-money yang disediakan, yang pada gilirannya akan meningkatkan volume transaksi dan penggunaan layanan, memperkuat hubungan jangka panjang antara bank dan nasabahnya.


7. Memperkuat Posisi Bank di Industri Keuangan Digital

Di era digital yang kompetitif, kemampuan untuk menyediakan layanan e-money yang canggih dan aman adalah kunci untuk memperkuat posisi bank di industri keuangan. Pelatihan Penyelenggaraan E-Money membantu bank untuk tetap relevan dan menjadi pemain utama dalam revolusi pembayaran digital. Dengan personel yang terlatih dan sistem yang robust, bank dapat menarik lebih banyak nasabah, menjalin kemitraan strategis, dan berkontribusi pada inklusi keuangan nasional, mengukuhkan reputasinya sebagai lembaga keuangan yang modern dan progresif, siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.


Kesimpulan Pelatihan Penyelenggaraan E-Money


Pelatihan Penyelenggaraan E-Money yang diselenggarakan oleh Pusat Edukasi Indonesia ini bukan sekadar program pendidikan biasa, melainkan sebuah investasi strategis yang krusial bagi setiap institusi perbankan yang ingin tetap relevan dan kompetitif di era digital. Pentingnya BIMTEK ini tidak dapat dipandang remeh, mengingat kompleksitas regulasi, dinamika teknologi yang cepat, serta ancaman keamanan siber yang terus meningkat dalam ekosistem uang elektronik. Melalui pelatihan ini, bank dapat memastikan bahwa sumber daya manusianya memiliki kompetensi terkini untuk mengelola operasional e-money secara efisien, aman, dan sesuai dengan seluruh ketentuan yang berlaku.

Kami mengajak seluruh institusi perbankan untuk segera mendaftarkan para profesionalnya dalam Pelatihan Penyelenggaraan E-Money ini. Inilah saatnya untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin dalam inovasi pembayaran digital, menguasai regulasi, serta membangun sistem yang terpercaya dan tangguh. Jangan biarkan potensi kerugian akibat ketidakpatuhan atau risiko keamanan menghambat kemajuan Anda. Bergabunglah dengan kami, dan jadilah bagian dari transformasi perbankan yang lebih maju dan inklusif. Masa depan pembayaran digital ada di tangan Anda, dan Pelatihan Penyelenggaraan E-Money ini adalah langkah pertama menuju kesuksesan yang berkelanjutan.

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Metode Pelatihan Penyelenggaraan E-Money

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Penyelenggaraan E-Money:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Pelatihan Penyelenggaraan E-Money

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Pelatihan Penyelenggaraan E-Money

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta                  

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Penyelenggaraan E-Money:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Penyelenggaraan E-Money

  • Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
  • website : peindo.com
Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Pelatihan Penyelenggaraan E-Money di Sektor Perbankan: Kuasai Regulasi & Inovasi

Informasi Tambahan
Penginapan

Penginapan (Twin Sharing)

,

Tanpa Menginap

,

Penginapan (Suite Room)