Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025
Rp4.000.000 – Rp5.700.000Rentang harga: Rp4.000.000 hingga Rp5.700.000
Bimtek Pelatihan Keselamatan Pasien 2025 dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengelola risiko dan menerapkan standar keselamatan pasien secara optimal. Program ini sangat penting untuk meminimalisir kesalahan medis dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh institusi. Dengan materi komprehensif dan metode praktis, bimtek ini mendukung pembangunan budaya keselamatan yang kuat, memastikan pasien mendapatkan layanan yang aman dan berkualitas. Ikuti bimtek ini untuk menjadi tenaga kesehatan profesional yang peduli dan bertanggung jawab.
LEGALITAS KAMI
DITJEN PAJAK NPWP
1000-0000-0244-9111
NIB: 2305250063339
KBLI : 82302 -85500 -82301-70209-73100
KONTAK KAMI
18 Office Park Building, 21th Floor Unit C
Jl. TB Simatupang No. 18, Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12520
info@peindo.com
0851-7207-9181
Daftar Isi
TogglePelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025

Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025
Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025. Keselamatan pasien menjadi salah satu prioritas utama dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia maupun dunia. Dalam era modern ini, kemajuan teknologi dan peningkatan kompleksitas layanan medis menuntut setiap tenaga kesehatan untuk menerapkan prosedur keselamatan yang optimal agar risiko kesalahan medis dan insiden membahayakan pasien dapat diminimalisir. Pelatihan keselamatan pasien atau yang dikenal sebagai patient safety training memegang peranan penting dalam mengedukasi tenaga kesehatan untuk memahami, mengidentifikasi, dan mengelola potensi bahaya di fasilitas kesehatan.
Urgensi pelatihan ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan yang aman, efektif, dan terpercaya. Data dari berbagai penelitian global menunjukkan bahwa kesalahan medis dan insiden terkait keselamatan pasien masih menjadi penyebab utama kerugian kesehatan dan kematian yang dapat dicegah. Oleh karena itu, implementasi pelatihan keselamatan pasien secara berkesinambungan dan sistematis menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh institusi kesehatan di Indonesia.
Selain itu, kebijakan pemerintah melalui regulasi dan standar akreditasi rumah sakit yang menekankan aspek keselamatan pasien menegaskan pentingnya pelatihan ini. Misalnya, standar akreditasi yang dikeluarkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengharuskan fasilitas kesehatan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program keselamatan pasien secara rutin. Melalui pelatihan yang intensif dan kepada seluruh tenaga medis, diharapkan tercipta budaya keselamatan yang kuat dan dapat mengurangi insiden yang berpotensi membahayakan pasien.
Dalam konteks ini, Pusat Edukasi Indonesia berkomitmen untuk menyediakan pelatihan keselamatan pasien yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan terkini di tahun 2025. Melalui program pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis serta pemahaman mendalam tentang strategi pencegahan risiko di bidang kesehatan. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi solusi strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara nasional.
Definisi Pelatihan Keselamatan Pasien
Pelatihan keselamatan pasien adalah program pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam aspek keselamatan layanan medis. Secara lebih spesifik, pelatihan ini mengajarkan prinsip-prinsip dasar dan aplikasi praktis untuk mencegah kesalahan, insiden, dan kejadian yang dapat membahayakan pasien. Materi pelatihan mencakup pengenalan risiko, identifikasi potensi bahaya, pelaporan insiden, serta strategi mitigasi dan perbaikan berkelanjutan.
Keselamatan pasien sendiri merujuk pada upaya sistematis untuk melindungi pasien dari segala bentuk kesalahan medis dan bahaya yang berpotensi timbul selama proses pelayanan kesehatan. Konsep ini menuntut adanya pendekatan berbasis bukti serta kolaborasi tim multidisiplin guna mengelola risiko dan meningkatkan standar layanan. Keselamatan pasien dianggap sebagai bagian integral dari kualitas pelayanan kesehatan yang harus dijaga di setiap tahap pelayanan, mulai dari diagnosa, pengobatan, hingga pemantauan pasca tindakan medis.
Pelatihan keselamatan pasien juga melibatkan pemahaman terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya insiden, seperti faktor manusia, teknologi, prosedur, dan lingkungan kerja. Dengan demikian, pendekatan pelatihan bersifat holistik dan mencakup aspek teknis maupun non-teknis, termasuk komunikasi efektif, kerja sama tim, dan manajemen stres. Ini penting guna membangun budaya keselamatan yang tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada sistem kesehatan secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, pelatihan ini menekankan pentingnya pelaporan dan analisis insiden sebagai alat pembelajaran dan perbaikan. Melalui pembelajaran dari kejadian yang hampir terjadi atau sudah terjadi, tenaga kesehatan dapat mengenali kelemahan sistem dan mengambil tindakan preventif untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa mendatang. Oleh karena itu, pelatihan keselamatan pasien berperan sebagai pilar utama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia kesehatan yang bertanggung jawab dan profesional.
Peran dan Pentingnya Pelatihan Keselamatan Pasien
Pelatihan keselamatan pasien memiliki peranan strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Pertama, pelatihan ini berfungsi sebagai media edukasi bagi tenaga medis untuk memahami risiko keselamatan dan mengadopsi standar operasional prosedur yang sesuai. Pemahaman yang mendalam terhadap keselamatan pasien akan meminimalisir kemungkinan terjadinya insiden dan kesalahan medis yang bisa menyebabkan dampak negatif bagi pasien maupun institusi kesehatan.
Kedua, pelatihan ini memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja kesehatan. Budaya keselamatan yang kuat merupakan fondasi penting agar seluruh staf dapat secara proaktif mengidentifikasi potensi bahaya serta melaporkan kejadian tanpa rasa takut akan sanksi. Dengan demikian, pelatihan menjadi sarana untuk membangun komunikasi terbuka dan sistem pelaporan yang transparan guna meningkatkan kepercayaan diri tenaga medis dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Ketiga, pelatihan keselamatan pasien mendukung peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Dengan mengurangi insiden yang tidak diinginkan, fasilitas kesehatan dapat menghindari biaya tambahan yang timbul akibat komplikasi, litigasi, serta kehilangan reputasi. Pelatihan ini juga membantu tenaga medis mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dalam situasi kritis, yang pada akhirnya meningkatkan hasil klinis pasien.
Keempat, pelatihan ini juga memberikan kontribusi pada pemenuhan standar akreditasi dan regulasi pemerintah yang berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan mengikuti pelatihan keselamatan pasien, institusi kesehatan dapat memenuhi persyaratan akreditasi nasional maupun internasional, sehingga membuka peluang untuk mendapatkan kepercayaan dari stakeholder dan komunitas pasien. Hal ini penting dalam membangun citra profesionalisme dan kredibilitas layanan kesehatan.
Secara lebih luas, pelatihan keselamatan pasien berkontribusi pada keberlanjutan sistem kesehatan nasional dengan menciptakan tenaga kerja yang kompeten, peduli, dan berorientasi pada kualitas. Kesiapan sumber daya manusia melalui pelatihan yang terstruktur dapat menjawab tantangan perkembangan medis yang cepat dan kompleks, sehingga menciptakan layanan kesehatan yang dapat diandalkan dan ramah pasien.
Materi Pelatihan Keselamatan Pasien yang Terperinci dan Sistematis
Materi pelatihan keselamatan pasien merupakan inti dari proses edukasi yang bertujuan menciptakan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dalam setiap aktivitas pelayanan. Agar efektif dan mudah dipahami, materi disusun secara sistematis dengan pendekatan yang komprehensif dan aplikatif. Berikut ini uraian materi pelatihan yang diperpanjang dengan tetap mempertahankan gaya yang menarik dan SEO friendly:
1. Pengantar Keselamatan Pasien: Fondasi Awal yang Kuat
Definisi dan Ruang Lingkup Keselamatan Pasien
Menjelaskan secara mendalam apa itu keselamatan pasien, mengapa aspek ini sangat krusial, serta bagaimana keselamatan pasien memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Pembahasan tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga kaitannya dengan kehidupan sehari-hari tenaga kesehatan di fasilitas layanan.Sejarah dan Perkembangan Keselamatan Pasien di Dunia dan Indonesia
Melacak perjalanan keselamatan pasien mulai dari awal kesadaran global hingga implementasi kebijakan nasional yang kini menjadi standar. Ini membantu peserta memahami konteks dan relevansi pelatihan dengan perkembangan zaman.Statistik dan Data Insiden Keselamatan Pasien
Menampilkan data terkini mengenai kasus kesalahan medis, insiden nyaris celaka (near misses), serta dampaknya terhadap pasien dan institusi. Informasi ini memperkuat urgensi pelatihan dan meningkatkan kesadaran peserta.Prinsip-Prinsip Dasar Keselamatan Pasien
Memperkenalkan konsep utama seperti “do no harm,” budaya keselamatan, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam menjaga keamanan pasien.
2. Identifikasi dan Manajemen Risiko: Memahami dan Mengendalikan Bahaya
Teknik Identifikasi Risiko Potensial
Melatih peserta menggunakan metode-metode spesifik untuk mengenali risiko sebelum insiden terjadi, seperti Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Hazard Analysis.Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien
Membangun pemahaman tentang pentingnya pelaporan insiden, jenis-jenis insiden yang perlu dilaporkan, serta bagaimana membuat laporan yang efektif dan akurat.Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis – RCA)
Materi ini mengajarkan teknik analisis mendalam untuk menemukan penyebab utama insiden agar bisa ditangani secara tuntas dan tidak berulang.Strategi Mitigasi Risiko dan Perbaikan Sistem
Menjelaskan langkah-langkah dan kebijakan yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko keselamatan, termasuk pembaharuan SOP dan pelatihan ulang.
3. Komunikasi Efektif dan Kerja Tim dalam Keselamatan Pasien
Komunikasi sebagai Kunci Keselamatan
Menggali betapa pentingnya komunikasi yang jelas, terbuka, dan tepat waktu antara tenaga kesehatan, pasien, serta keluarga pasien untuk menghindari misinterpretasi dan kesalahan.Teknik Komunikasi yang Mendukung Keselamatan
Mempelajari metode komunikasi seperti SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) yang terbukti efektif dalam lingkungan klinis.Kolaborasi Tim Multidisiplin
Mengoptimalkan kerja sama antara dokter, perawat, apoteker, dan tenaga pendukung lainnya agar keputusan dan tindakan yang diambil lebih akurat dan terkoordinasi.Manajemen Konflik dan Pengambilan Keputusan Bersama
Melatih kemampuan dalam menangani konflik secara konstruktif serta memfasilitasi pengambilan keputusan yang inklusif dan berorientasi pada keselamatan pasien.
4. Prosedur Keselamatan Klinis: Standar Operasional yang Harus Diikuti
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
Mendeskripsikan berbagai SOP penting yang wajib dipatuhi, terutama pada tindakan medis berisiko tinggi seperti pemberian obat, prosedur bedah, dan penggunaan alat medis.Pencegahan Infeksi Nosokomial
Membekali peserta dengan teknik pencegahan infeksi yang efektif, mulai dari cuci tangan yang benar, sterilisasi alat, hingga pengelolaan limbah medis.Keselamatan Penggunaan Obat
Mengajarkan prinsip pemeriksaan ganda (double check), labeling obat yang tepat, serta pemantauan efek samping untuk menghindari kesalahan pemberian obat.Pengelolaan Darurat dan Protokol Keselamatan
Persiapan menghadapi situasi darurat dengan prosedur tanggap cepat yang dirancang untuk menjaga keselamatan pasien secara maksimal.
5. Penggunaan Teknologi dan Sistem Informasi dalam Keselamatan Pasien
Sistem Rekam Medis Elektronik (RME)
Mengupas peran RME dalam memastikan data pasien lengkap, akurat, dan mudah diakses untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang aman.Keamanan Data Pasien
Pemahaman tentang aspek privasi dan keamanan data medis dalam era digital agar informasi pasien terlindungi dari akses tidak sah.Pemanfaatan Teknologi Monitoring dan Alarm
Mengoptimalkan penggunaan alat elektronik untuk pemantauan tanda vital dan deteksi dini kejadian kritis demi tindakan cepat dan tepat.Integrasi Teknologi dengan Proses Layanan Kesehatan
Membahas bagaimana teknologi mendukung keselamatan pasien melalui workflow yang terotomasi, pengingat otomatis, dan sistem pengendalian mutu.
6. Pelaporan, Evaluasi, dan Perbaikan Berkelanjutan
Mekanisme Pelaporan Insiden dan Near Miss
Menjelaskan prosedur pelaporan yang mudah, cepat, dan non-punitif agar tenaga kesehatan berani melaporkan setiap kejadian yang berpotensi berbahaya.Evaluasi dan Analisis Data Keselamatan Pasien
Bagaimana menggunakan data pelaporan untuk mengidentifikasi tren, pola masalah, dan area yang memerlukan intervensi.Pengembangan Sistem Perbaikan Berkelanjutan
Pengaplikasian model Continuous Quality Improvement (CQI) dan Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk memastikan langkah perbaikan yang efektif dan berkesinambungan.Mendorong Budaya Belajar dari Kesalahan
Membangun mindset yang positif terhadap kesalahan sebagai sumber pembelajaran dan bukan sebagai beban atau penghukuman.
7. Studi Kasus dan Simulasi Praktik: Aplikasi Nyata dari Teori
Analisis Kasus Nyata
Peserta diajak untuk mempelajari dan mendiskusikan kasus insiden keselamatan pasien yang pernah terjadi, memahami faktor penyebab, serta bagaimana cara penyelesaiannya.Simulasi Kejadian Nyata
Melakukan latihan praktik secara langsung atau melalui simulasi digital untuk mengasah kemampuan dalam mengambil keputusan dan menerapkan prosedur keselamatan secara tepat.Diskusi Kelompok dan Refleksi
Mengoptimalkan pembelajaran dengan berbagi pengalaman, membahas solusi, dan menyusun rekomendasi perbaikan yang dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing.Feedback dan Evaluasi Berkelanjutan
Proses evaluasi selama pelatihan memberikan feedback konstruktif untuk peningkatan kompetensi dan menyiapkan tenaga kesehatan menghadapi tantangan nyata secara profesional.
Materi pelatihan yang komprehensif dan sistematis ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga membangun keterampilan serta sikap profesional yang mendukung terciptanya budaya keselamatan pasien di seluruh lini pelayanan kesehatan. Pendekatan berbasis praktik dan keterlibatan aktif peserta membuat pelatihan menjadi lebih menarik dan efektif, sehingga hasil belajar dapat langsung diterapkan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
Dengan memperkuat pemahaman dan kemampuan melalui materi yang lengkap ini, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik yang aman, terstandarisasi, dan berkualitas tinggi bagi setiap pasien yang mereka layani.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Keselamatan Pasien
Pelatihan Keselamatan Pasien memiliki peranan vital dalam membentuk tenaga kesehatan yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjamin keamanan pasien selama proses pelayanan medis. Untuk itu, pelatihan ini dirancang dengan tujuan dan manfaat yang komprehensif, yang tidak hanya berdampak pada individu peserta, tetapi juga institusi dan pasien secara luas.
Tujuan Pelatihan Keselamatan Pasien
Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Tenaga Kesehatan
Pelatihan ini bertujuan agar seluruh tenaga medis, mulai dari dokter, perawat, apoteker, hingga tenaga pendukung lainnya, memiliki pemahaman mendalam tentang konsep keselamatan pasien. Kesadaran ini sangat penting agar setiap individu dalam sistem pelayanan kesehatan mampu mengenali risiko dan bertindak preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan medis yang merugikan.Mengembangkan Keterampilan Praktis dalam Pencegahan Risiko
Selain pengetahuan, pelatihan ini fokus pada pengembangan keterampilan teknis maupun non-teknis yang dapat langsung diaplikasikan di lapangan. Melalui simulasi, studi kasus, dan praktik, peserta belajar mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan prosedur keamanan, dan mengelola insiden dengan tepat dan sistematis.Membangun Budaya Keselamatan yang Berkelanjutan dalam Fasilitas Kesehatan
Tujuan utama lainnya adalah membentuk budaya kerja yang menjunjung tinggi keselamatan pasien, dimana komunikasi terbuka dan pelaporan insiden menjadi kebiasaan. Dengan budaya yang kuat ini, risiko kesalahan medis dapat diminimalisir secara signifikan.Mengoptimalkan Sistem Manajemen Keselamatan Pasien
Pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya sistem dan prosedur manajemen keselamatan yang efektif sehingga dapat diterapkan di institusi masing-masing. Hal ini termasuk penggunaan teknologi, SOP, serta monitoring dan evaluasi rutin.Memenuhi Standar Akreditasi dan Regulasi Pemerintah
Sebagai bagian dari kepatuhan terhadap kebijakan nasional dan internasional, pelatihan ini bertujuan membekali institusi agar dapat memenuhi persyaratan akreditasi, sehingga meningkatkan kredibilitas dan kualitas layanan kesehatan.
Manfaat Pelatihan Keselamatan Pasien
Pelatihan keselamatan pasien memberikan manfaat yang sangat luas dan berdampak positif tidak hanya bagi tenaga kesehatan tetapi juga pasien, masyarakat, dan institusi. Berikut manfaat utama yang dapat diperoleh:
Penurunan Angka Kesalahan Medis dan Insiden Berbahaya
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, tenaga medis mampu mengurangi kesalahan dalam prosedur medis, penggunaan obat, serta komunikasi antar tim. Hal ini berkontribusi pada pengurangan insiden yang berpotensi membahayakan pasien, seperti infeksi nosokomial, kesalahan pengobatan, dan kegagalan prosedur.Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan yang Terstandarisasi
Pelatihan ini membantu institusi menerapkan standar keselamatan pasien yang diakui secara nasional dan internasional, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih konsisten dan berkualitas. Pelayanan yang aman dan terstandarisasi juga meningkatkan kepuasan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.Meningkatkan Profesionalisme dan Kompetensi Tenaga Kesehatan
Tenaga medis yang mengikuti pelatihan ini akan memiliki sertifikat kompetensi yang meningkatkan nilai profesional mereka. Mereka juga lebih siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern yang kompleks, sehingga dapat memberikan layanan terbaik dengan rasa tanggung jawab dan etika yang tinggi.Efisiensi Operasional dan Penghematan Biaya
Dengan mengurangi jumlah kejadian yang merugikan, rumah sakit dan klinik dapat menghindari biaya tambahan akibat perawatan komplikasi, litigasi, dan kerusakan reputasi. Efisiensi ini berimbas pada pengelolaan sumber daya yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan organisasi.Mendorong Budaya Pelaporan dan Pembelajaran Berkelanjutan
Pelatihan ini membuka ruang bagi tenaga kesehatan untuk melaporkan insiden dan nyaris celaka tanpa rasa takut, sehingga institusi bisa belajar dari kejadian tersebut dan melakukan perbaikan berkelanjutan. Budaya seperti ini memperkuat sistem dan mencegah kesalahan terulang.Meningkatkan Keamanan Pasien secara Holistik
Manfaat ini mencakup aspek keselamatan klinis, pencegahan infeksi, keamanan penggunaan obat, dan penggunaan teknologi medis yang aman. Pelatihan menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan holistik dalam menjaga keamanan pasien.Meningkatkan Reputasi dan Kepercayaan Publik
Fasilitas kesehatan yang secara aktif menjalankan pelatihan keselamatan pasien dan menerapkan standar tinggi akan mendapatkan reputasi positif. Kepercayaan dari pasien dan masyarakat luas akan meningkat, membuka peluang untuk kerja sama dan dukungan lebih besar dari berbagai pihak.Memperkuat Kolaborasi dan Sinergi Tim Kesehatan
Dengan pelatihan ini, komunikasi dan kerja sama antar profesi kesehatan menjadi lebih efektif. Sinergi yang tercipta mendukung pelayanan yang lebih aman dan responsif terhadap kebutuhan pasien.Pengembangan Kepemimpinan dalam Keselamatan Pasien
Pelatihan ini juga membantu mempersiapkan tenaga kesehatan untuk menjadi pemimpin yang mampu mengelola risiko dan mendorong budaya keselamatan di lingkungan kerja mereka, sehingga mempercepat transformasi organisasi menuju pelayanan yang lebih baik.Menghadapi Tantangan Era Digital dan Teknologi Kesehatan
Di masa kini, teknologi kesehatan berkembang pesat dan membawa risiko baru terkait keselamatan pasien. Pelatihan ini mempersiapkan peserta untuk memahami dan mengelola penggunaan teknologi secara aman, termasuk penggunaan rekam medis elektronik dan perangkat medis canggih.
Dengan berbagai tujuan dan manfaat di atas, Pelatihan Keselamatan Pasien bukan hanya sekadar kewajiban formal, melainkan juga investasi strategis yang akan membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi sistem kesehatan Indonesia. Program ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan
Pelatihan Keselamatan Pasien tahun 2025 merupakan kebutuhan mendesak dan strategi esensial dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan tuntutan kompleksitas layanan medis yang terus meningkat, pelatihan ini hadir sebagai fondasi kuat untuk membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam menjamin keselamatan pasien. Melalui pendekatan yang sistematis dan terstruktur, pelatihan ini tidak hanya melindungi pasien dari risiko berbahaya, tetapi juga mendorong budaya keselamatan yang berkelanjutan di seluruh fasilitas kesehatan.
Keberhasilan pelatihan keselamatan pasien tidak hanya tergantung pada penyampaian materi saja, melainkan juga pada implementasi dan komitmen seluruh pihak untuk menginternalisasi prinsip keselamatan dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi katalisator perubahan positif yang mendalam dan menyeluruh dalam dunia kesehatan.
Pusat Edukasi Indonesia mengajak seluruh tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, dan pemangku kepentingan untuk mengambil bagian dalam program pelatihan ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keberlanjutan. Mari bersama-sama membangun budaya keselamatan pasien demi masa depan kesehatan Indonesia yang lebih baik dan terjamin.

Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025
Metode Pelatihan Keselamatan Pasien
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Keselamatan Pasien:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Pelatihan Keselamatan Pasien
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Pelatihan Keselamatan Pasien
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Keselamatan Pasien:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851-7207-9181
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek Keselamatan Pasien
- Arie – Hp/Wa: 0851-7207-9181
- website : peindo.com

Pelatihan Keselamatan Pasien (Patient Safety Training) 2025
| Penginapan |
Penginapan (Twin Sharing) ,Tanpa Menginap ,Penginapan (Suite Room) |
|---|

